China Luncurkan Pesawat Pengintai, Desainnya Mirip Pesawat Hawkeye AS
Minggu, 02 Januari 2022 - 13:29 WIB
Baca juga: Terungkap, Kapal Induk China Didekati Kapal Induk Jepang saat Latihan Perang
Saat ini, kapal induk China mengandalkan helikopter jarak pendek, dilengkapi dengan radar yang lebih kecil, sensor dengan rentang yang lebih pendek, dan kecepatan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan pesawat pengintai sayap tetap.
Sebuah pesawat peringatan dini, Global Times melaporkan, radius tempurnya bisa dua kali lipat dari 200 mil helikopter.
“Dilihat dari gambar, Ordnance Industry Science Technology mengatakan bahwa KJ-600 memiliki desain badan pesawat yang sangat ketat, membuatnya hampir sepanjang jet tempur berbasis kapal induk J-15, dan helikopter peringatan dini Z-18," kata surat kabar itu.
"Pesawat membawa radar di bagian atas badan tengahnya, mirip dengan pesawat peringatan dini China sebelumnya KJ-2000 dan KJ-500,” sambungnya.
Laporan Global Times, bagaimanapun, juga mengatakan belum jelas apakah pesawat baru itu telah berhasil diintegrasikan dengan dua operator operasional pertama China.
Baca juga: China Kirim Kapal Selam Bekas untuk Militer Myanmar
Saat ini, kapal induk China mengandalkan helikopter jarak pendek, dilengkapi dengan radar yang lebih kecil, sensor dengan rentang yang lebih pendek, dan kecepatan yang lebih lambat jika dibandingkan dengan pesawat pengintai sayap tetap.
Sebuah pesawat peringatan dini, Global Times melaporkan, radius tempurnya bisa dua kali lipat dari 200 mil helikopter.
“Dilihat dari gambar, Ordnance Industry Science Technology mengatakan bahwa KJ-600 memiliki desain badan pesawat yang sangat ketat, membuatnya hampir sepanjang jet tempur berbasis kapal induk J-15, dan helikopter peringatan dini Z-18," kata surat kabar itu.
"Pesawat membawa radar di bagian atas badan tengahnya, mirip dengan pesawat peringatan dini China sebelumnya KJ-2000 dan KJ-500,” sambungnya.
Laporan Global Times, bagaimanapun, juga mengatakan belum jelas apakah pesawat baru itu telah berhasil diintegrasikan dengan dua operator operasional pertama China.
Baca juga: China Kirim Kapal Selam Bekas untuk Militer Myanmar
Lihat Juga :