Wanita 'Judes' Korut Ini Disebut Bakal Gantikan Kim Jong-un
Kamis, 23 April 2020 - 11:41 WIB
"Ada kemungkinan yang masuk akal bahwa totaliterisme Korea Utara akan berakhir di masa mendatang, dengan kemungkinan yang sangat kuat bahwa akhir ini akan disertai dengan kekerasan dan pergolakan yang besar," tulis Bennett dalam sebuah makalah yang diterbitkan tahun 2013.
Menurut The Independen dan National Intereset, para pemimpin militer Korea Utara dapat mencoba untuk merebut kekuasaan karena krisis penerus. Hal itu bisa mengarah pada kekacauan dan bahkan krisis kemanusiaan.
"Runtuhnya pemerintah dapat menyebabkan bencana bagi China dan ROK (Republik Korea/Korea Selatan) dalam hal pengungsi, tuntutan ekonomi, kesulitan stabilisasi, dan balas dendam Korea Utara," kata Bennett.
"China dan ROK mungkin lebih menyukai sistem Korea Utara saat ini daripada menghadapi masalah yang luar biasa," ujarnya.
Menurut laporan media-media AS, Amerika juga memiliki rencana darurat jika terjadi krisis kemanusiaan skala besar di Korea Utara.
Menurut The Independen dan National Intereset, para pemimpin militer Korea Utara dapat mencoba untuk merebut kekuasaan karena krisis penerus. Hal itu bisa mengarah pada kekacauan dan bahkan krisis kemanusiaan.
"Runtuhnya pemerintah dapat menyebabkan bencana bagi China dan ROK (Republik Korea/Korea Selatan) dalam hal pengungsi, tuntutan ekonomi, kesulitan stabilisasi, dan balas dendam Korea Utara," kata Bennett.
"China dan ROK mungkin lebih menyukai sistem Korea Utara saat ini daripada menghadapi masalah yang luar biasa," ujarnya.
Menurut laporan media-media AS, Amerika juga memiliki rencana darurat jika terjadi krisis kemanusiaan skala besar di Korea Utara.
(min)
Lihat Juga :