Langgar Aturan COVID-19, 4 Pria China Diarak dengan Setelan Hazmat Sambil Bawa Foto

Kamis, 30 Desember 2021 - 05:38 WIB
Pengguna Weibo, sebuah media sosial yang mirip dengan Twitter, sangat kritis terhadap kemunculan video tersebut. Beberapa orang mengatakan itu menghidupkan kembali peristiwa penghinaan publik serupa yang dikenal sebagai "sesi perjuangan." Peristiwa ini umum terjadi selama Revolusi Kebudayaan selama satu dekade lalu di bawah pemerintahan Mao Zedong.

Zhengguan News mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari Selasa dan melibatkan empat pria yang tertangkap menyelundupkan warga negara asing melintasi perbatasan ke China yang melanggar pembatasan COVID-19 negara itu.

Seorang juru bicara Biro Keamanan Umum Jingxi mengatakan kepada situs berita yang berbasis di Henan pada hari Rabu bahwa itu dilakukan oleh pejabat di kota Anning, di mana juru bicara lain mengatakan "tidak ada yang tidak pantas" karena para tersangka telah melanggar hukum dan "dihukum demikian," seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (30/12/2021).

Juga pada hari Selasa, Kejaksaan Rakyat Jingxi mengumumkan penangkapan dua penduduk setempat, bermarga Huang dan Bi, yang diduga menyelundupkan sepasang warga negara Vietnam ke China pada 19 Oktober. Mereka dituduh memfasilitasi penyeberangan perbatasan ilegal dan juga hukum melanggar pengendalian penyakit China.

Baca juga: COVID-19 Merebak di Xi'an, Puluhan Pejabat Partai Komunis China Dihukum

Jaksa penuntut umum mengatakan para tersangka sedang dalam perjalanan ke Ibu Kota regional Guangxi Nanning ketika mereka dicegat oleh polisi. Salah satu warga negara Vietnam kemudian dinyatakan positif COVID-19, memaksa hampir 50.000 orang di kota-kota Anning, Tunpan dan Ludong untuk dikarantina, kata pernyataan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!