Staf Save the Children Jadi Korban Pembantaian Tentara Myanmar
Rabu, 29 Desember 2021 - 01:28 WIB
Pernyataan itu mengatakan salah satu korban telah bekerja sebagai guru pelatih dan yang lainnya telah bergabung dengan badan amal enam tahun lalu. Save the Children menambahkan bahwa mereka tidak akan mengidentifikasi mereka karena alasan keamanan.
"Berita ini benar-benar mengerikan," kata kepala eksekutif Inger Ashing.
"Kami terguncang oleh kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil dan staf kami, yang berdedikasi kemanusiaan, mendukung jutaan anak yang membutuhkan di seluruh Myanmar," sambungnya.
Baca juga: Mobil Ditemukan Terbakar, Relawan Kemanusiaan Hilang dalam Serangan Mematikan Tentara Myanmar
Junta sebelumnya mengatakan pasukannya telah diserang di kotapraja Hpruso pada hari Jumat setelah mereka berusaha menghentikan tujuh mobil yang dikemudikan dengan "cara yang mencurigakan".
"Pasukan menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan dalam bentrokan berikutnya," kata juru bicara junta Zaw Min Tun kepada AFP, tanpa memberikan rincian.
"Berita ini benar-benar mengerikan," kata kepala eksekutif Inger Ashing.
"Kami terguncang oleh kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil dan staf kami, yang berdedikasi kemanusiaan, mendukung jutaan anak yang membutuhkan di seluruh Myanmar," sambungnya.
Baca juga: Mobil Ditemukan Terbakar, Relawan Kemanusiaan Hilang dalam Serangan Mematikan Tentara Myanmar
Junta sebelumnya mengatakan pasukannya telah diserang di kotapraja Hpruso pada hari Jumat setelah mereka berusaha menghentikan tujuh mobil yang dikemudikan dengan "cara yang mencurigakan".
"Pasukan menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan dalam bentrokan berikutnya," kata juru bicara junta Zaw Min Tun kepada AFP, tanpa memberikan rincian.
Lihat Juga :