Teheran Remehkan Zionis: Israel Tak Mampu Serang Iran Tanpa Dukungan AS

Rabu, 22 Desember 2021 - 01:03 WIB
Pembicaraan yang disponsori Eropa bertujuan untuk menyelamatkan apa yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang telah rusak sejak AS menarik diri atas perintah Donald Trump pada 2018.

Republik Islam Iran secara terbuka meningkatkan proyek nuklirnya setelah penarikan AS dari kesepakatan nuklir tersebut.

Kekuatan Barat telah melaporkan beberapa kemajuan dalam pembicaraan, meskipun diplomat Eropa memperingatkan pada akhir pekan lalu bahwa mereka “dengan cepat mencapai ujung jalan.”

Sebagai pukulan terhadap mediator Eropa, Iran meminta jeda baru dalam pembicaraan di Wina. Pembicaraan baru saja dilanjutkan pada akhir November setelah jeda lima bulan setelah pemilihan presiden yang dimenangkan ulama garis keras Ebrahim Raisi.

Kekhawatiran Barat yang mendasari adalah kekhawatiran bahwa Iran akan segera membuat kemajuan yang cukup sehingga perjanjian itu—di mana ia dijanjikan bantuan ekonomi dengan imbalan pembatasan drastis pada pekerjaan nuklirnya—akan menjadi usang.

Israel dilaporkan telah menyetujui anggaran sekitar NIS5 miliar (USD1,5 miliar) yang akan digunakan untuk mempersiapkan militer menghadapi potensi serangan terhadap program nuklir Iran. Ini termasuk dana untuk berbagai jenis pesawat, drone pengumpul intelijen dan persenjataan unik yang diperlukan untuk serangan semacam itu, yang harus menargetkan situs bawah tanah yang dijaga ketat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!