Menlu China: Beijing Tidak Takut Konfrontasi dengan AS
Selasa, 21 Desember 2021 - 22:03 WIB
Presiden AS saat ini Joe Biden menekan timpalannya dari China Xi Jinping atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang, di mana pemerintah China dianggap "menekan" minoritas Muslim Uighur. Kekhawatiran Amerika tentang "kerja paksa" di wilayah tersebut telah mendorong undang-undang baru yang diberi lampu hijau oleh Senat AS untuk melarang impor barang dari Xinjiang, dengan RUU itu sekarang menuju ke meja Biden.
Beijing telah berulang kali menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan itu, menyerukan Washington untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negarinya. China juga menolak tuduhan terkait keterlibatan dalam pandemi virus Corona.
Di tengah ketegangan yang membara antara China dan AS, outlet media di AS telah memicu kekhawatiran mengenai kemajuan militer dan teknologi Beijing terutama dalam pengembangan senjata hipersonik, dengan mengatakan bahwa Pentagon harus "mengejar ketinggalan".
Per jajak pendapat Desember, mayoritas pemilih Amerika tidak mengharapkan ketegangan antara kedua negara membaik, tetapi berharap bahwa kedua belah pihak akan menghindari konflik militer.
Baca juga: Mengejutkan, Perusahaan Milik Anak Joe Biden Bantu China Tindas Muslim Uighur
Beijing telah berulang kali menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan itu, menyerukan Washington untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negarinya. China juga menolak tuduhan terkait keterlibatan dalam pandemi virus Corona.
Di tengah ketegangan yang membara antara China dan AS, outlet media di AS telah memicu kekhawatiran mengenai kemajuan militer dan teknologi Beijing terutama dalam pengembangan senjata hipersonik, dengan mengatakan bahwa Pentagon harus "mengejar ketinggalan".
Per jajak pendapat Desember, mayoritas pemilih Amerika tidak mengharapkan ketegangan antara kedua negara membaik, tetapi berharap bahwa kedua belah pihak akan menghindari konflik militer.
Baca juga: Mengejutkan, Perusahaan Milik Anak Joe Biden Bantu China Tindas Muslim Uighur
(ian)
Lihat Juga :