CDC Ungkap Banyak Warga AS Minum Pemutih Pakaian untuk Cegah Covid-19
Selasa, 09 Juni 2020 - 01:12 WIB
CDC dalam surveinya mengungkap banyak warga AS telah minum pemutih dan menggunakan produk pembersih kimia untuk mencuci makanan mereka dalam upaya sesat untuk mencegah infeksi Covid-19. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Banyak orang di Amerika Serikat (AS) telah minum pemutih dan menggunakan produk pembersih kimia untuk mencuci makanan mereka dalam upaya sesat untuk mencegah infeksi Covid-19. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Pada bulan April, Presiden AS, Donald Trump menimbulkan kontroversi dengan pernyataan bahwa orang Amerika harus menyuntik diri dengan disinfektan untuk melindungi diri dari virus Corona, komentar yang menurut Trump salah diartikan oleh warga AS.
Menurut survei CDC, tampaknya orang Amerika lainnya memiliki ide serupa, dengan survei organisasi menunjukkan 60 persen telah mulai membersihkan rumah mereka lebih sering dan menggunakan pemutih yang berbahaya, dan produk desinfektan beracun lainnya.
CDC mensurvei 502 orang dewasa di AS untuk berbagai kegiatan yang melibatkan disinfektan menyusul peningkatan tajam dalam panggilan ke pusat penanganan racun terkait dengan paparan terhadap pembersih dan disinfektan sejak awal pandemi Covid-19.
Pada bulan April, Presiden AS, Donald Trump menimbulkan kontroversi dengan pernyataan bahwa orang Amerika harus menyuntik diri dengan disinfektan untuk melindungi diri dari virus Corona, komentar yang menurut Trump salah diartikan oleh warga AS.
Menurut survei CDC, tampaknya orang Amerika lainnya memiliki ide serupa, dengan survei organisasi menunjukkan 60 persen telah mulai membersihkan rumah mereka lebih sering dan menggunakan pemutih yang berbahaya, dan produk desinfektan beracun lainnya.
CDC mensurvei 502 orang dewasa di AS untuk berbagai kegiatan yang melibatkan disinfektan menyusul peningkatan tajam dalam panggilan ke pusat penanganan racun terkait dengan paparan terhadap pembersih dan disinfektan sejak awal pandemi Covid-19.
Lihat Juga :