Nikaragua Putuskan Hubungan dengan Taiwan, Hanya Akui China

Jum'at, 10 Desember 2021 - 08:22 WIB
Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait pemutusan hubungan diplomatik Nikaragua dengan Taiwan.

Bulan lalu Presiden AS Joe Biden menyerang Ortega, menyebut pemilihan presiden Nikaragua sebagai "pantomim" karena mantan gerilyawan Marxis dan musuh Perang Dingin Amerika Serikat itu memenangkan pemilihan untuk masa jabatan keempat berturut-turut.

Salah satu sumber diplomatik yang berbasis di Taiwan, yang akrab dengan kawasan itu, mengatakan langkah itu tidak mengejutkan mengingat kurangnya pengaruh Washington dengan Ortega karena sanksi, dan bahwa mencari bantuan dan dukungan ke China adalah tindakan yang wajar.

"Tampaknya Ortega sudah muak," kata sumber itu kepada Reuters, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Langkah Nikaragua membuat Taiwan hanya memiliki 14 sekutu diplomatik formal, kebanyakan dari mereka di Amerika Latin dan Karibia, ditambah beberapa negara kecil.

Ini juga mengikuti ancaman oleh para pemimpin Honduras yang akan datang untuk memutuskan hubungan dengan Taipei. Namun, sejak pemilu Honduras bulan lalu, tim di sekitar Presiden Xiomara Castro yang akan datang telah mundur dari posisi itu.

Sebelum Nikaragua, Taiwan kehilangan dua sekutu secara berurutan pada September 2019, ketika Kepulauan Solomon dan Kiribati beralih ke Beijing.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!