Rusia Tolak Sewakan Pulau yang Disengketakan dengan Jepang
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:07 WIB
Baca juga: Rusia Sebar Sistem Rudal di Kepulauan Pasifik Dekat Jepang
Komentar ini muncul setelah gubernur wilayah Sakhalin di Timur Jauh Rusia, Valery Limarenko, mengatakan kepada harian bisnis Moskow RBK bahwa perusahaan Denmark, Copenhagen Offshore Partners, bersedia mengeluarkan USD2,5 miliar untuk produksi hidrogen di Pulau Shumshu. Perusahaan itu juga tertarik untuk menyewanya karena memiliki angin yang optimal untuk pembangunan generator.
Sekretaris Pers Limarenko, Svetlana Litvinova, kemudian mengatakan bahwa penggunaan "hanya sebagian dari tanah" sedang dipertimbangkan untuk proyek tersebut.
Trutnev juga menyatakan perlunya membuat museum di pulau itu untuk memperingati warisan masa perang.
“Salah satu pertempuran terakhir dan terpenting dari Perang Dunia Kedua di Timur Jauh terjadi di Shumshu,” katanya, seraya menambahkan bahwa ratusan tentara Angkatan Darat Soviet kehilangan nyawa mereka.
Komentar ini muncul setelah gubernur wilayah Sakhalin di Timur Jauh Rusia, Valery Limarenko, mengatakan kepada harian bisnis Moskow RBK bahwa perusahaan Denmark, Copenhagen Offshore Partners, bersedia mengeluarkan USD2,5 miliar untuk produksi hidrogen di Pulau Shumshu. Perusahaan itu juga tertarik untuk menyewanya karena memiliki angin yang optimal untuk pembangunan generator.
Sekretaris Pers Limarenko, Svetlana Litvinova, kemudian mengatakan bahwa penggunaan "hanya sebagian dari tanah" sedang dipertimbangkan untuk proyek tersebut.
Trutnev juga menyatakan perlunya membuat museum di pulau itu untuk memperingati warisan masa perang.
“Salah satu pertempuran terakhir dan terpenting dari Perang Dunia Kedua di Timur Jauh terjadi di Shumshu,” katanya, seraya menambahkan bahwa ratusan tentara Angkatan Darat Soviet kehilangan nyawa mereka.
Lihat Juga :