Twitter Hapus Ribuan Akun yang Jadi Media Propaganda Partai Komunis China

Sabtu, 04 Desember 2021 - 23:54 WIB
"Kami juga menghapus jaringan 112 akun yang terhubung ke Changyu Culture, sebuah perusahaan swasta yang didukung oleh pemerintah daerah Xinjiang," tambah pernyataan tersebut.

Meta menyatakan pada 1 Desember, bahwa jaringan disinformasi yang ditemukannya termasuk akun yang mengaku milik seorang ahli biologi Swiss bernama Wilson Edwards. Setelah ditelusuri, tak ada sosok yang bernama demikian. Akun itu digunakan untuk menyebarkan "disinformasi anti-AS" tentang asal-usulnya dari virus corona yang menyebabkan pandemi COVID-19.

Baca: Bos Media China: PKC Akan Hidup Lebih Lama dari AS

Akun pertama dengan nama "Edwards" dibuka di Facebook pada bulan Juli, dan mengklaim tanpa mengutip bukti bahwa para ilmuwan berada di bawah "tekanan besar dan bahkan intimidasi" dari pejabat AS untuk mendukung seruan mereka untuk penyelidikan lebih lanjut tentang asal-usul virus.

Postingan itu disukai, ditautkan, atau diposting ulang oleh ratusan akun lain, banyak di antaranya dibuat pada hari yang sama, dan dilacak ke sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Chengdu, ibu kota provinsi barat daya Sichuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!