AS pada Rusia: Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina, atau Bersiap Hadapi Sanksi
Kamis, 02 Desember 2021 - 05:29 WIB
AS mendesak Rusia menarik pasukan dari perbatasan Ukraina. FOTO/Reuters
RIGA - Amerika Serikat (AS) mendesak Rusia untuk menarik kembali pasukannya dari perbatasan Ukraina . AS juga memperingatkan bahwa invasi Rusia akan memicu sanksi yang akan menghantam Moskow lebih keras daripada yang dijatuhkan hingga sekarang.
"Kami tidak tahu apakah Presiden (Vladimir) Putin telah membuat keputusan untuk menyerang. Kami tahu bahwa dia menempatkan kapasitas untuk melakukannya dalam waktu singkat jika dia memutuskan demikian," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/201).
Baca: Rusia Tuding Ukraina Tempatkan Puluhan Ribu Tentara di Zona Konflik
“Jika Rusia mengikuti jalur konfrontasi, ketika datang ke Ukraina, kami telah menjelaskan bahwa kami akan merespons dengan tegas. Termasuk dengan berbagai langkah ekonomi berdampak tinggi yang telah kami hindari di masa lalu,” lanjutnya.
Blinken berbicara di ibu kota Latvia, Riga, setelah berunding dengan Menteri Luar Negeri negara-negara dari NATO dan Ukraina tentang bagaimana menanggapi apa yang dikatakan Kyiv sebagai peningkatan lebih dari 90.000 tentara Rusia di dekat perbatasannya.
Sehari sebelumnya, pemimpin Kremlin mengatakan, Rusia siap dengan senjata hipersonik yang baru diuji jika NATO melewati "garis merah" dan mengerahkan rudal di Ukraina. Blinken sendiri menyatakan, bahwa kekhawatiran Rusia itu tidak beralasan.
"Kami tidak tahu apakah Presiden (Vladimir) Putin telah membuat keputusan untuk menyerang. Kami tahu bahwa dia menempatkan kapasitas untuk melakukannya dalam waktu singkat jika dia memutuskan demikian," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/201).
Baca: Rusia Tuding Ukraina Tempatkan Puluhan Ribu Tentara di Zona Konflik
“Jika Rusia mengikuti jalur konfrontasi, ketika datang ke Ukraina, kami telah menjelaskan bahwa kami akan merespons dengan tegas. Termasuk dengan berbagai langkah ekonomi berdampak tinggi yang telah kami hindari di masa lalu,” lanjutnya.
Blinken berbicara di ibu kota Latvia, Riga, setelah berunding dengan Menteri Luar Negeri negara-negara dari NATO dan Ukraina tentang bagaimana menanggapi apa yang dikatakan Kyiv sebagai peningkatan lebih dari 90.000 tentara Rusia di dekat perbatasannya.
Sehari sebelumnya, pemimpin Kremlin mengatakan, Rusia siap dengan senjata hipersonik yang baru diuji jika NATO melewati "garis merah" dan mengerahkan rudal di Ukraina. Blinken sendiri menyatakan, bahwa kekhawatiran Rusia itu tidak beralasan.
Lihat Juga :