Cendekiawan Muslim: Maroko Jalani Cinta Terlarang dengan Israel
Minggu, 28 November 2021 - 08:34 WIB
Ilustrasi
GAZA - Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk kesepakatan pertahanan yang baru-baru ini ditandatangani antara Israel dan Maroko . Kesepakatan ini meletakkan dasar untuk kerja sama keamanan, pembagian data intelijen, dan penjualan senjata di masa depan.
"Kami berharap Kerajaan Maroko, yang mengetuai Komite Al Quds, tidak akan mengambil langkah berbahaya ini mengingat tindakan rasis yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Pengabaiannya terhadap semua perjanjian damai, penolakannya terhadap negosiasi dan keduanya. -solusi negara dan penerapan kebijakan fait accompli," sebut pernyataan PLO, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (27/11/2021).
Baca: Kesepakatan Telah Diteken, Israel Akan Suplai Teknologi Pertahanan ke Maroko
Menurut pernyataan tersebut, pembangunan permukiman lanjutan dan pemindahan paksa warga Palestina di Yerusalem yang diduduki, pencaplokan bertahap tanah Palestina, dan perusakan identitas Arab dan Islam Yerusalem dan kesuciannya adalah alasan mengapa Maroko seharusnya tidak menandatangani kesepakatan itu.
"Kami berharap Kerajaan Maroko, yang mengetuai Komite Al Quds, tidak akan mengambil langkah berbahaya ini mengingat tindakan rasis yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Pengabaiannya terhadap semua perjanjian damai, penolakannya terhadap negosiasi dan keduanya. -solusi negara dan penerapan kebijakan fait accompli," sebut pernyataan PLO, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (27/11/2021).
Baca: Kesepakatan Telah Diteken, Israel Akan Suplai Teknologi Pertahanan ke Maroko
Menurut pernyataan tersebut, pembangunan permukiman lanjutan dan pemindahan paksa warga Palestina di Yerusalem yang diduduki, pencaplokan bertahap tanah Palestina, dan perusakan identitas Arab dan Islam Yerusalem dan kesuciannya adalah alasan mengapa Maroko seharusnya tidak menandatangani kesepakatan itu.
Lihat Juga :