Kesepakatan Telah Diteken, Israel Akan Suplai Teknologi Pertahanan ke Maroko

Kamis, 25 November 2021 - 14:29 WIB
loading...
Kesepakatan Telah Diteken,...
Menhan Israel, Benny Gantz dan menteri Maroko, Abdellatif Loudiyi. FOTO/Reuters
A A A
RABAT - Israel dan Maroko menandatangani perjanjian keamanan pada Rabu (24/11/201), yang memudahkan Rabat untuk memperoleh ekspor teknologi tinggi dari industri pertahanan Israel. Ini adalah imbas dari perluasan hubungan kedua negara, setelah tercapainya kesepakatan normalisasi mereka tahun lalu.

Nota kesepahaman yang ditandatangani di Rabat saat pertemuan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz dan menteri Maroko yang bertanggung jawab atas administrasi pertahanan, Abdellatif Loudiyi. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya bagi Israel,” kata seorang pejabat Israel, seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/11/2021).

Baca: Maroko Beli Sistem Anti-Drone Canggih Skylock Dome Israel

“Israel memiliki beberapa perjanjian keamanan dengan negara-negara sekutu, tetapi kesepakatan Maroko menandai perjanjian pertama dengan mayoritas negara Arab,” lanjut pejabat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Israel memiliki hubungan diplomatik penuh dengan hanya empat negara Arab lainnya: Mesir, Yordania, UEA dan Bahrain. Kesepakatan Maroko datang ketika Gantz melakukan kunjungan pertama oleh seorang menteri pertahanan Israel ke kerajaan Afrika Utara. Menurut Gantz, kesepakatan itu akan memungkinkan ekspor Israel ke Maroko.

Kementerian pertahanan Israel mengawasi semua ekspor keamanan, dengan negara Yahudi itu menawarkan produk-produk canggih, mulai dari drone serang hingga sistem pertahanan rudal Iron Dome.
Satu produk Israel, spyware Pegasus NSO, telah sampai ke Maroko, menurut Amnesty International dan organisasi Forbidden Stories yang berbasis di Paris.

Baca: Israel Diam-diam Menjual Beragam Senjata ke Maroko
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved