Jenderal Shoigu Lapor ke Putin, Pesawat Pembom Rusia dan China Sukses Jalankan Tugas
Sabtu, 20 November 2021 - 15:30 WIB
Menurut Peskov, di beberapa bagian rute, pembom pembawa rudal strategis dikawal oleh pesawat tempur F-16 dan F-15 dari Angkatan Udara Bela Diri Jepang. "Patroli bersama dilakukan dengan ketat sesuai dengan norma-norma hukum internasional. Tidak ada pelanggaran wilayah udara negara asing," tegas juru bicara Kremlin.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Jumat bahwa patroli udara bersama oleh dua Tu-95MS Rusia dan dua pembom strategis Hong-6K China tidak ditujukan terhadap negara ketiga.
Baca: Waspadai Rusia, Swedia Kerahkan Rudal Patriot Pertama yang Lebih Garang
“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana kerja sama militer 2021 dan tidak ditujukan terhadap negara ketiga,” tegas kementerian itu. “Patroli udara bersama oleh pesawat militer Rusia dan China dilakukan untuk mengembangkan dan memperkuat stabilitas strategis global,” lanjutnya.
"Patroli udara bersama dilakukan untuk mengembangkan hubungan Rusia-China, kemitraan komprehensif dan lebih meningkatkan tingkat interaksi antara angkatan bersenjata kedua negara, meningkatkan kemampuan mereka untuk operasi bersama dan juga memperkuat stabilitas strategis global," kata pernyataan itu.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Jumat bahwa patroli udara bersama oleh dua Tu-95MS Rusia dan dua pembom strategis Hong-6K China tidak ditujukan terhadap negara ketiga.
Baca: Waspadai Rusia, Swedia Kerahkan Rudal Patriot Pertama yang Lebih Garang
“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana kerja sama militer 2021 dan tidak ditujukan terhadap negara ketiga,” tegas kementerian itu. “Patroli udara bersama oleh pesawat militer Rusia dan China dilakukan untuk mengembangkan dan memperkuat stabilitas strategis global,” lanjutnya.
"Patroli udara bersama dilakukan untuk mengembangkan hubungan Rusia-China, kemitraan komprehensif dan lebih meningkatkan tingkat interaksi antara angkatan bersenjata kedua negara, meningkatkan kemampuan mereka untuk operasi bersama dan juga memperkuat stabilitas strategis global," kata pernyataan itu.
(esn)
Lihat Juga :