Raisi pada Putin: Teheran Sangat Serius Tentang Pembicaraan Nuklir
Rabu, 17 November 2021 - 19:20 WIB
Pembicaraan nuklir, yang telah ditunda sejak pemilihan Raisi pada Juni, akan dilanjutkan di Wina pada 29 November dalam upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang menawarkan bantuan kepada Teheran dari sanksi sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya.
Baca: Jenderal Iran Ledek Zionis: Israel Ditakdirkan untuk Berakhir!
Kesepakatan itu berantakan, ketika AS secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah pemerintahan presiden Donald Trump. Pihak-pihak lain dalam kesepakatan - Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Prancis - akan berpartisipasi dalam pembicaraan Wina di hadapan perunding Eropa Enrique Mora. AS sendiri akan mengambil bagian dalam negosiasi secara tidak langsung.
Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyatakan harapan "bahwa pembicaraan yang dijadwalkan akhir November akan konstruktif". Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian meminta Barat untuk tidak membuat "tuntutan berlebihan" pada Teheran dalam pembicaraan tersebut.
Baca: Jenderal Iran Ledek Zionis: Israel Ditakdirkan untuk Berakhir!
Kesepakatan itu berantakan, ketika AS secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah pemerintahan presiden Donald Trump. Pihak-pihak lain dalam kesepakatan - Rusia, Cina, Jerman, Inggris dan Prancis - akan berpartisipasi dalam pembicaraan Wina di hadapan perunding Eropa Enrique Mora. AS sendiri akan mengambil bagian dalam negosiasi secara tidak langsung.
Menurut pernyataan Kremlin, Putin menyatakan harapan "bahwa pembicaraan yang dijadwalkan akhir November akan konstruktif". Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian meminta Barat untuk tidak membuat "tuntutan berlebihan" pada Teheran dalam pembicaraan tersebut.
(esn)
Lihat Juga :