Warga Pedesaan Korut Dipaksa Pergi ke Pyongyang untuk Bekerja di Proyek Konstruksi

Minggu, 14 November 2021 - 16:04 WIB
“Pembangunan 10.000 rumah sudah selesai. Tetapi tidak peduli seberapa keras kami mencoba meyakinkan mereka bahwa mereka hanya akan bekerja di dalam gedung, tidak ada yang mau pergi ke lokasi konstruksi Pyongyang,” kata seorang pejabat dari sebuah perusahaan di Hyesan, sebuah kota di perbatasan dengan China.

“Atasan kami telah menetapkan jumlah pekerja yang akan dimobilisasi di setiap pabrik sesuai dengan ukuran dan jumlah karyawannya. Perusahaan kami memiliki 120 karyawan, jadi kami harus mengirim tiga pekerja ke Pyongyang,” kata sumber yang tak disebutkan namanya itu, seperti dikutip dari Radio Free Asia, Sabtu (13/11/2021).

Baca: Dulu Resor Bintang 5, Hotel Terapung Pertama Ini Jadi Besi Karatan di Pelabuhan Korut

Menurutnya, pekerja yang dimobilisasi untuk pekerjaan konstruksi biasanya menghabiskan waktu berbulan-bulan di lokasi dan hanya dapat kembali ke rumah untuk melihat keluarga mereka sekali selama waktu mereka pergi. Pekerja yang dikirim ke Pyongyang, yang merupakan daerah yang dikendalikan, bahkan tidak diberikan satu kunjungan pun ke rumah, kata sumber itu.

“10.000 rumah harus diselesaikan dalam setahun. Jadi, jika Anda dimobilisasi untuk pembangunan perumahan Pyongyang, Anda harus bekerja keras siang dan malam. Jadi, siapa yang mau pergi?” kata sumber tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!