Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Minggu, 14 November 2021 - 11:41 WIB
Perlombaan menjadi lebih kacau pada hari Sabtu, ketika ajudan lama Duterte, Senator Christopher "Bong" Go, merubah pencalonannya menjadi calon presiden setelah sebelumnya mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden.
Tak lama setelah itu, sekretaris komunikasi Duterte mengatakan kepada pers lokal bahwa pemimpin berusia 76 tahun itu, yang bulan lalu bersumpah untuk pensiun dari politik, akan secara resmi mengumumkan rencananya pada Senin esok untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden melawan putrinya seperti dikutip dari New York Post, Minggu (14/11/2021).
Baca juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Umumkan Pensiun dari Dunia Politik
Sebagai presiden, secara konstitusional masa jabatan Duterte hanya enam tahun dan tidak bisa mencalonkan diri lagi, tetapi dapat mencari posisi yang lebih rendah.
Selama masa jabatannya, Duterte menjadi perhatian dunia internasional terkait kebijakannya memerangi narkoba. Lebih dari 6.000 tersangka narkoba telah terbunuh dan 289.000 lainnya ditangkap sejak Duterte meluncurkan kampanye besar-besaran melawan narkoba setelah menjadi presiden pada 2016. Ini telah mengkhawatirkan pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia.
Tak lama setelah itu, sekretaris komunikasi Duterte mengatakan kepada pers lokal bahwa pemimpin berusia 76 tahun itu, yang bulan lalu bersumpah untuk pensiun dari politik, akan secara resmi mengumumkan rencananya pada Senin esok untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden melawan putrinya seperti dikutip dari New York Post, Minggu (14/11/2021).
Baca juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Umumkan Pensiun dari Dunia Politik
Sebagai presiden, secara konstitusional masa jabatan Duterte hanya enam tahun dan tidak bisa mencalonkan diri lagi, tetapi dapat mencari posisi yang lebih rendah.
Selama masa jabatannya, Duterte menjadi perhatian dunia internasional terkait kebijakannya memerangi narkoba. Lebih dari 6.000 tersangka narkoba telah terbunuh dan 289.000 lainnya ditangkap sejak Duterte meluncurkan kampanye besar-besaran melawan narkoba setelah menjadi presiden pada 2016. Ini telah mengkhawatirkan pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia.
Lihat Juga :