Telanjur Dipenjara 24 Tahun, Pria Ini Ternyata Tak Lakukan Pembunuhan
Minggu, 14 November 2021 - 07:30 WIB
Pengampunan yang diberikan Gubernur Cooper sekarang akan memungkinkan Sharpe untuk mencari kompensasi atas ketidakadilan yang didapatkannya. The Washington Post melaporkan ia bisa mendapatkan kompensasi hingga USD750 ribu atau sekitar Rp10 miliar.
Kembali pada tahun 1995, menurut The New York Times, Sharpe yang saat itu berusia 19 tahun dihukum dan dijatuhi hukuman untuk menghabiskan sisa hidupnya di penjara atas pembunuhan George Radcliffe, seorang pria berusia 33 tahun yang ditemukan tertembak di truk pickupnya setahun sebelumnya.
Di tengah persidangannya, publikasi tersebut mencatat bahwa seorang gadis berusia 15 tahun bernama Charlene Johnson bersaksi bahwa dia melihat Sharpe menembak Radcliffe dalam perkelahian terkait narkoba. Johnson kemudian menarik kembali kesaksiannya beberapa minggu kemudian.
Harapan Sharpe agar hukumannya dibatalkan akhirnya terdengar pada 2019 selama dua sidang pembuktian. Menurut The New York Times, dalam persidangan itu, hakim ketua memutuskan bahwa Johnson akan bersaksi bahwa dia tidak ada pada saat penembakan itu terjadi dan kesaksian persidangan sebelumnya sepenuhnya dibuat berdasarkan apa yang dia lihat di televisi dan apa yang dikatakan penyelidik kepadanya.
Baca juga: Hendak Dibunuh dengan Drone, PM Irak Mengaku Tahu Siapa Dalangnya
Kembali pada tahun 1995, menurut The New York Times, Sharpe yang saat itu berusia 19 tahun dihukum dan dijatuhi hukuman untuk menghabiskan sisa hidupnya di penjara atas pembunuhan George Radcliffe, seorang pria berusia 33 tahun yang ditemukan tertembak di truk pickupnya setahun sebelumnya.
Di tengah persidangannya, publikasi tersebut mencatat bahwa seorang gadis berusia 15 tahun bernama Charlene Johnson bersaksi bahwa dia melihat Sharpe menembak Radcliffe dalam perkelahian terkait narkoba. Johnson kemudian menarik kembali kesaksiannya beberapa minggu kemudian.
Harapan Sharpe agar hukumannya dibatalkan akhirnya terdengar pada 2019 selama dua sidang pembuktian. Menurut The New York Times, dalam persidangan itu, hakim ketua memutuskan bahwa Johnson akan bersaksi bahwa dia tidak ada pada saat penembakan itu terjadi dan kesaksian persidangan sebelumnya sepenuhnya dibuat berdasarkan apa yang dia lihat di televisi dan apa yang dikatakan penyelidik kepadanya.
Baca juga: Hendak Dibunuh dengan Drone, PM Irak Mengaku Tahu Siapa Dalangnya