Hasil Panen Merosot Tajam, Korut Lebih Utamakan Beri Makan Tentara Dibanding Rakyat

Selasa, 09 November 2021 - 02:00 WIB
“Hasil pertanian tahun ini lebih buruk daripada tahun lalu, sehingga para petani tidak akan dapat menerima jatah mereka yang layak,” kata petani itu melalui pesan teks yang dikirim melalui ponsel China yang diselundupkan secara ilegal melintasi perbatasan.

“Saya tidak tahu bagaimana dibandingkan tahun lalu, tapi saya kira karena mereka tidak punya pupuk. Anda tidak dapat benar-benar bertani tanpa pupuk,” seorang pengungsi yang diidentifikasi dengan nama samaran Han Young-sun.

Baca: Rakyat Kim Jong-un di Korut Dilaporkan Mulai Dilanda Kelaparan

Minimnya pupuk impor merupakan akibat dari keputusan Pyongyang dan Beijing untuk menutup perbatasan mereka dan menghentikan semua perdagangan di awal pandemi virus Corona pada awal 2020. Langkah itu menghancurkan ekonomi Korut dan menyebabkan harga pangan meroket. Tanpa impor dari China, kesenjangan antara produksi pangan domestik dan permintaan tidak dapat ditutup.

Tetapi ketika pemerintah memperingatkan warganya untuk menghemat sebanyak yang mereka bisa, para pemimpin masih berjanji untuk memberi makan tentara sebanyak mungkin. “Mereka mengatakan bahwa jatah dari pertanian akan berkurang sekitar satu atau dua bulan karena beras yang disisihkan untuk militer adalah prioritas utama,” kata petani itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!