111 Hari Mogok Makan, Tahanan Palestina Menanti Ajal di Penjara Israel

Rabu, 03 November 2021 - 22:30 WIB
Sebelumnya, Otoritas pendudukan Israel telah mengaktifkan kembali "penahanan administratif" al-Fasfous, setelah ia melakukan mogok makan selama 107 hari. Pengaktifan kembali status ini terjadi, setelah pada 14 Oktober, Mahkamah Agung Israel mengeluarkan keputusan untuk menghentikan sementara perintah penahanan yang dikeluarkan terhadap al-Fasfous.

Namun, perpanjangan itu berarti dia akan dikembalikan ke tahanan hingga akhir masa hukumannya, pada 14 Desember. Al-Fasfous mengatakan, bahwa pihak berwenang Israel mencegah keluarga dan pengacara Kayed mengunjunginya.

Baca: Ratusan Petani Gelar Aksi Mogok Makan, India Putus Layanan Internet

al-Fasfous ditangkap pada 15 Oktober 2020. Dia telah ditangkap dan ditahan beberapa kali sebelumnya. Dia sudah menikah, dan ayah dari satu anak. Selain al-Fasfous, masih ada lima tahanan Palestina lainnya saat ini melakukan mogok makan tanpa akhir. Mereka adalah Miqdad Al-Qawasmi (100 hari), Alaa al-Araj (83 hari), Hisyam Abu Hawash (74 hari), Shadi Abu Eker (66 hari), dan Ayyad al-Harimi (37 hari).

Selain enam tahanan tersebut, sekelompok tahanan yang lebih besar telah mempertahankan mogok makan mereka sendiri selama 20 hari, sebagai bentuk solidaritas dengan para tahanan yang memprotes penahanan administratif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!