AS dan Rusia Rilis Jumlah Senjata Nuklir, Siapa yang Lebih Banyak?

Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:55 WIB
Departemen Luar Negeri AS sendiiri telah merilis angka yang sama pada bulan lalu sebagai bagian dari pengaturan START Baru seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (26/10/2021).



Berdasarkan perjanjian New START, kekuatan kedua negara itu dibatasi menjadi 700 ICBM yang dikerahkan, SLBM yang dikerahkan, dan pembom berat; 1.550 hulu ledak pada ICBM yang dikerahkan, pada SLBM yang dikerahkan dan hulu ledak nuklir dihitung untuk pengebom berat yang dikerahkan dan 800 peluncur ICBM yang dikerahkan dan tidak, peluncur SLBM yang dikerahkan dan yang tidak dikerahkan, serta pengebom berat yang dikerahkan dan tidak dikerahkan.

Washington dan Moskow terus sepakat mematuhi perjanjian nuklir terakhir yang tersisa di antara mereka.

Selain menyelamatkan perjanjian New START, Presiden AS Joe Biden telah menetapkan untuk mencapai apa yang disebut pemerintahannya sebagai "hubungan yang stabil dan dapat diprediksi" dengan Rusia, terutama di bidang senjata nuklir. Pejabat Rusia sendiri mengatakan mereka berusaha untuk mencapai dinamika yang lebih positif dengan AS.

Namun keduanya belum mencapai kesepakatan komprehensif baru, dan friksi yang memburuk dengan anggota NATO mengancam akan memperburuk keretakan yang ada.

Setelah menteri pertahanan NATO membahas "Konsep Pencegahan dan Pertahanan di Kawasan Euro-Atlantik" yang mencakup merancang strategi multi-front untuk memblokir setiap serangan hipotetis dari Rusia selama pertemuan, Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan Berlin mendukung rencana induk NATO yang akan melawan Rusia habis-habisan dengan senjata nuklir jika konflik kedua pihak pecah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!