Eks Mata-mata: Mohammed bin Salman Sesumbar Ingin Bunuh Raja Arab Saudi pada 2014

Senin, 25 Oktober 2021 - 09:24 WIB
Al-Jabri menggunakan kesempatan wawancara itu untuk memperingatkan Pangeran MBS bahwa dia merekam video yang mengungkapkan lebih banyak rahasia kerajaan dan beberapa rahasia Amerika Serikat.

Sebuah klip pendek tanpa suara diperlihatkan kepada koresponden “60 Minutes”, Scott Pelley. Video itu, kata al-Jabri, bisa dirilis jika dia terbunuh.

Ini adalah upaya terbaru oleh mantan pejabat kontraterorisme Arab Saudi untuk mencoba menekan Putra Mahkota MBS yang berusia 36 tahun, yang menurut keluarga al-Jabri telah menahan dua anak dewasa al-Jabri dan menggunakan mereka sebagai pion untuk memaksa ayah mereka kembali ke Arab Saudi.

Jika kembali ke Arab Saudi, al-Jabri menghadapi kemungkinan penindasan, pemenjaraan atau tahanan rumah seperti mantan atasannya; menteri dalam negeri yang pernah berkuasa, Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digulingkan dari posisinya sebagai putra mahkota oleh Pangeran MBS pada 2017.

Al-Jabri (62) mengeklaim Putra Mahkota MBS tidak akan beristirahat. "Sampai dia melihat saya mati karena dia takut akan informasi saya," katanya, yang dilansir AP, Senin (25/10/2021).

Dia menggambarkan Pangeran MBS sebagai seorang psikopat dan pembunuh.

Putra Mahkota MBS pernah memicu kecaman global setelah terungkap bahwa sejumlah anak buahnya telah membunuh jurnalis pembangkang Arab Saudi Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Turki pada Oktober 2018.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!