Meski Jenderalnya Dikucilkan, Junta Myanmar Tetap Dukung Rencana Perdamaian ASEAN
Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:34 WIB
Baca: Baru Dibebaskan, 110 Aktivis Myanmar Ditangkap Lagi oleh Junta Militer
“Konsensus ASEAN tentang siapa yang akan mewakili Myanmar di KTT adalah panduan umum untuk semua anggota ASEAN,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah.
Lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam tindakan keras pasca-kudeta di Myanmar, dengan ribuan lainnya ditahan, banyak yang disiksa atau dipukuli, menurut PBB, mengutip para aktivis. Junta dituduh menggunakan kekuatan militer yang berlebihan terhadap penduduk sipil.
Junta bersikeras bahwa banyak dari mereka yang terbunuh atau ditahan adalah "teroris" yang bertekad untuk mengacaukan negara. Pemimpin junta pekan lalu mengatakan pasukan oposisi memperpanjang kerusuhan.
Utusan khusus ASEAN, Mr Erywan Yusof dari Brunei, telah meminta pertemuan dengan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi. Tetapi, pemerintah militer mengatakan itu tidak mungkin karena dia ditahan dan didakwa dengan kejahatan.
“Konsensus ASEAN tentang siapa yang akan mewakili Myanmar di KTT adalah panduan umum untuk semua anggota ASEAN,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah.
Lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam tindakan keras pasca-kudeta di Myanmar, dengan ribuan lainnya ditahan, banyak yang disiksa atau dipukuli, menurut PBB, mengutip para aktivis. Junta dituduh menggunakan kekuatan militer yang berlebihan terhadap penduduk sipil.
Junta bersikeras bahwa banyak dari mereka yang terbunuh atau ditahan adalah "teroris" yang bertekad untuk mengacaukan negara. Pemimpin junta pekan lalu mengatakan pasukan oposisi memperpanjang kerusuhan.
Utusan khusus ASEAN, Mr Erywan Yusof dari Brunei, telah meminta pertemuan dengan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi. Tetapi, pemerintah militer mengatakan itu tidak mungkin karena dia ditahan dan didakwa dengan kejahatan.
(esn)
Lihat Juga :