Utusan PBB Serukan Pemimpin Junta Myanmar Mundur

Minggu, 24 Oktober 2021 - 08:37 WIB
Utusan khusus PBB menyerukan agar pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, untuk mundur. Foto/Asia Times
NEW YORK - Utusan khusus PBB untuk Myanmar menyerukan agar pemimpin militer negara itu mundur dan mengembalikan kekuasaan yang direbut dalam kudeta 1 Februari kepada pemerintah yang terpilih secara demokratis.

“Saya tidak melihat masa depan yang stabil atau layak bagi Myanmar di bawah kepemimpinan panglima tertinggi dan Tatmadaw,” kata Christine Schraner Burgener kepada komite Majelis Umum PBB yang menangani masalah hak asasi manusia.



“Jika Jenderal Senior Min Aung Hlaing benar-benar peduli dengan masa depan negaranya, dia harus mundur dan menyerahkan kekuasaan Tatmadaw kepada pemerintah sipil sesuai dengan kehendak rakyat,” tambahnya seperti dikutip dari VOA, Minggu (24/10/2021).

Tatmadaw adalah sebutan untuk militer Myanmar.

Burgener mengajukan banding dalam briefing terakhirnya di PBB. Dia akan mengundurkan diri pada 31 Oktober, setelah 3,5 tahun menjabat.

Dia telah menghabiskan sembilan bulan terakhir berurusan dengan dampak dari kudeta militer, yang telah menjerumuskan Myanmar dalam kekacauan dan kekerasan. Lebih dari 1.100 warga sipil tewas, ribuan dipenjara dan lebih dari 250.000 mengungsi.

Baca juga: Baru Dibebaskan, 110 Aktivis Myanmar Ditangkap Lagi oleh Junta Militer
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!