Rapper Swedia Tewas Diberondong Tembakan, Diduga Jadi Korban Serangan Geng
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 08:54 WIB
Polisi mengatakan rekaman CCTV dari dua kamera pengintai sedang dianalisis, tetapi menolak mengomentari kemungkinan motifnya. Surat kabar Aftonbladet mengatakan rapper itu ditembak beberapa kali dari jarak sekitar 1,5 meter dan dipukul di bagian dada.
Einar, yang single Katten i Trakten (The Cat in the Area) mencapai nomor satu di tangga lagu Swedia ketika dia berusia 16 tahun, sering merujuk pada kehidupan kriminal, termasuk narkoba dan senjata, dalam lagu-lagunya. Dia beberapa kali harus berurusan dengan hukum atas kasus penyerangan, pelanggaran penggunaan narkoba dan mengemudi dalam keadaan mabuk.
April lalu dia diculik, dipukuli dan diperas 250.000 pounds atau sekitar Rp4,8 miliar oleh anggota geng Varby, yang telah meminta rapper saingannya, Haval Khalil, untuk membantu memancingnya ke sebuah flat di Ibu Kota Swedia.
Beberapa minggu sebelumnya, geng yang sama telah mencoba dan gagal menculik Einar di sebuah studio musik Stockholm menggunakan rapper lain, Yasin, artis Swedia dan artis hip-hop terbaik tahun 2020, sebagai umpan.
Pada bulan Juli tahun ini, pengadilan menghukum Khalil dua setengah tahun penjara karena membantu dan bersekongkol dalam penculikan. Sedangkan Yasin (23), yang nama lengkapnya Yasin Mahamoud, dijatuhi hukuman 10 bulan karena konspirasi penculikan. Keduanya menyangkal tuduhan tersebut dan mengajukan banding.
Baca juga: Ngeri, Pria Menyamar Pengacara Tembak Mati Bos Mafia di Ruang Sidang
Hukuman itu datang sebagai bagian dari kasus yang lebih luas yang melibatkan geng Varby, yang 27 anggotanya dihukum karena kejahatan serius termasuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, perampokan, pemerasan, penculikan dan pelanggaran narkoba dan senjata api.
Einar, yang single Katten i Trakten (The Cat in the Area) mencapai nomor satu di tangga lagu Swedia ketika dia berusia 16 tahun, sering merujuk pada kehidupan kriminal, termasuk narkoba dan senjata, dalam lagu-lagunya. Dia beberapa kali harus berurusan dengan hukum atas kasus penyerangan, pelanggaran penggunaan narkoba dan mengemudi dalam keadaan mabuk.
April lalu dia diculik, dipukuli dan diperas 250.000 pounds atau sekitar Rp4,8 miliar oleh anggota geng Varby, yang telah meminta rapper saingannya, Haval Khalil, untuk membantu memancingnya ke sebuah flat di Ibu Kota Swedia.
Beberapa minggu sebelumnya, geng yang sama telah mencoba dan gagal menculik Einar di sebuah studio musik Stockholm menggunakan rapper lain, Yasin, artis Swedia dan artis hip-hop terbaik tahun 2020, sebagai umpan.
Pada bulan Juli tahun ini, pengadilan menghukum Khalil dua setengah tahun penjara karena membantu dan bersekongkol dalam penculikan. Sedangkan Yasin (23), yang nama lengkapnya Yasin Mahamoud, dijatuhi hukuman 10 bulan karena konspirasi penculikan. Keduanya menyangkal tuduhan tersebut dan mengajukan banding.
Baca juga: Ngeri, Pria Menyamar Pengacara Tembak Mati Bos Mafia di Ruang Sidang
Hukuman itu datang sebagai bagian dari kasus yang lebih luas yang melibatkan geng Varby, yang 27 anggotanya dihukum karena kejahatan serius termasuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, perampokan, pemerasan, penculikan dan pelanggaran narkoba dan senjata api.
Lihat Juga :