NATO Ungkap Strategi Besar Kalahkan Rusia dalam Perang Nuklir Habis-habisan
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 05:09 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Jumat (22/10/2021) mengecam penerapan strategi NATO tersebut, dengan mengatakan bahwa itu menunjukkan tidak ada prospek untuk membalikkan hubungan yang lemah dengan blok itu.
“Tidak perlu dialog dalam kondisi ini,” katanya. "Mengadopsi konsep seperti itu oleh NATO menegaskannya sekali lagi.”
"Aliansi ini tidak diciptakan untuk perdamaian, itu dikandung, dirancang dan diciptakan untuk konfrontasi," kecam juru bicara Presiden Vladimir Putin tersebut, seperti dilansir Russia Today.
Membela rencana induk NATO, Stoltenberg mengatakan kepada wartawan bahwa blok tersebut menyambut baik upaya AS untuk benar-benar terlibat dalam pembicaraan strategis yang bermakna dengan Rusia mengenai perpanjangan perjanjian senjata atom New START, dengan mengatakan bahwa beberapa langkah penting telah diambil baru-baru ini.
"Hubungan antara NATO dan Rusia berada pada titik terendah, terendah sejak akhir Perang Dingin, dan alasannya adalah perilaku Rusia," papar Stoltenberg.
“Mereka telah menginvasi tetangga, mereka telah mencaplok bagian dari negara lain, mereka banyak berinvestasi dalam kemampuan nuklir baru,” kata petinggi NATO tersebut.
“Mereka ikut campur dalam proses demokrasi kami, dan kami telah melihat Rusia bertanggung jawab atas tindakan agresif terhadap Sekutu NATO.”
Baca juga: AS Lindungi Taiwan Jika Diinvasi, China: Berhati-hatilah!
“Tidak perlu dialog dalam kondisi ini,” katanya. "Mengadopsi konsep seperti itu oleh NATO menegaskannya sekali lagi.”
"Aliansi ini tidak diciptakan untuk perdamaian, itu dikandung, dirancang dan diciptakan untuk konfrontasi," kecam juru bicara Presiden Vladimir Putin tersebut, seperti dilansir Russia Today.
Membela rencana induk NATO, Stoltenberg mengatakan kepada wartawan bahwa blok tersebut menyambut baik upaya AS untuk benar-benar terlibat dalam pembicaraan strategis yang bermakna dengan Rusia mengenai perpanjangan perjanjian senjata atom New START, dengan mengatakan bahwa beberapa langkah penting telah diambil baru-baru ini.
"Hubungan antara NATO dan Rusia berada pada titik terendah, terendah sejak akhir Perang Dingin, dan alasannya adalah perilaku Rusia," papar Stoltenberg.
“Mereka telah menginvasi tetangga, mereka telah mencaplok bagian dari negara lain, mereka banyak berinvestasi dalam kemampuan nuklir baru,” kata petinggi NATO tersebut.
“Mereka ikut campur dalam proses demokrasi kami, dan kami telah melihat Rusia bertanggung jawab atas tindakan agresif terhadap Sekutu NATO.”
Baca juga: AS Lindungi Taiwan Jika Diinvasi, China: Berhati-hatilah!
Lihat Juga :