NATO Ungkap Strategi Besar Kalahkan Rusia dalam Perang Nuklir Habis-habisan

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 05:09 WIB
Moskow, bagaimanapun, telah membunyikan alarm dalam beberapa hari terakhir atas sejumlah kebuntuan dengan kapal perang dan pesawat tempur AS di dekat perbatasannya.

Awal pekan ini, dua jet tempur dikerahkan untuk mengawal sepasang pesawat pengebom strategis B-1B Amerika Serikat di atas Laut Hitam, hanya beberapa hari setelah pelaut Rusia mencegat USS Chafee saat kapal perang Amerika itu menuju perairan Peter the Great Bay, yang Rusia mempertahankannya sebagai wilayah kedaulatannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam komentar Stoltenberg. Menurutnya, bos NATO meremehkan skala masalah dalam hubungan kedua pihak.

"Hubungan antara keduanya sebenarnya dalam keadaan yang lebih buruk daripada pada titik mana pun selama hari-hari tergelap Perang Dingin," katanya.

Berbicara kepada pejabat tinggi dalam pidatonya di Klub Diskusi Valdai pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh AS "membuka pintu" untuk Ukraina bergabung dengan NATO dengan perjalanan Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin ke Kiev baru-baru ini.

"Pengembangan militer wilayah tersebut sudah berlangsung dan ini benar-benar merupakan ancaman bagi Federasi Rusia," kata Putin.

“Besok, roket bisa muncul di dekat Kharkov, apa yang akan kita lakukan? Bukan kami yang menempatkan rudal kami di sana, itu mereka yang mendorongnya ke bawah hidung kami,” imbuh Putin.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!