Bertemu Menlu Malaysia, Retno Bahas Batas Negara hingga Krisis Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 - 13:31 WIB
Isu kelima dan terakhir yang dibahas dalam pertemuan kedua Menlui hari ini adalah perkembangan isu kawasan. Beberapa masalah yang dibahas antara lain krisis Myanmar, Afghanistan, krisis Rohingya serta masalah perlombaan senjata yang mengkhawatirkan di kawasan Indo-Pasifik.

"Terkait dengan dinamika kawasan di Indo-Pasifik, khususnya meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan, kita berdua sepakat bahwa upaya menjaga kawasan yang damai dan stabil harus terus dilakukan," kata Retno.

"Kami berdua tidak menghendaki dinamika saat ini mengakibatkan tensi arms race dan juga power projection," ujar Retno.

"Situasi ini tentu tidak akan menguntungkan siapa pun."

Retno tidak menyebut negara mana pun dalam masalah tersebut. Namun, tak bisa dimungkiri beberapa negara seperti China, Amerika Serikat (AS), Rusia, Korea Selatan dan Korea Utara gencar mengembangkan dan menguji coba rudal-rudal canggih mereka.

Sementara itu, Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah menyinggung pembentukan aliansi Amerika Serikat, Australia dan Inggris atau AUKUS dengan latar belakang keresahan atas tumbuhnya kekuatan militer China yang mereka anggap sebagai ancaman.

Saifuddin lebih lanjut mempertanyakan proyek kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia sebagai bagian dari perjanjian AUKUS. "Memang kapal selam bertenaga nuklir, bukan bersenjata nuklir," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!