Inggris Ingin Membeli Drone Tempur Buatan Turki, Akui Kehebatannya
Minggu, 17 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank. Foto/anadolu
ANKARA - Inggris mungkin mempertimbangkan pembelian drone Turki. Kabar itu diungkapkan Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank pada Jumat (15/10/2021).
Berbicara kepada CNN Turk, Mustafa Varank mengatakan, "Inggris sangat tertarik dengan drone bersenjata Turki. Sekarang, mereka harus memutuskan. Kami memberi mereka opsi. Saat ini, mereka serius mempertimbangkan opsi ini."
Pengumuman Varank muncul setelah komentar dan prediksi serupa yang dia buat awal tahun ini di acara industri pertahanan dan kedirgantaraan di Istanbul, saat dia menyatakan, "Saya percaya bahwa dalam waktu dekat, kita akan melihat Bayraktars dan Ankas (kendaraan udara tak berawak Turki) yang dibeli dari Turki terbang di langit Eropa, juga."
Baca juga: Lebih Dari Sekedar Kedai Kopi, Agen CIA Pakai Starbucks untuk Pertemuan
Drone buatan Turki mendapatkan popularitas di seluruh dunia menyusul keberhasilan dan efektivitasnya dalam pertempuran selama konflik di Suriah, Libya, dan Nagorno-Karabakh tahun lalu.
Baca juga: Israel Ungkap Pembayaran yang Dilakukan pada Kolaborator Palestina
Berbicara kepada CNN Turk, Mustafa Varank mengatakan, "Inggris sangat tertarik dengan drone bersenjata Turki. Sekarang, mereka harus memutuskan. Kami memberi mereka opsi. Saat ini, mereka serius mempertimbangkan opsi ini."
Pengumuman Varank muncul setelah komentar dan prediksi serupa yang dia buat awal tahun ini di acara industri pertahanan dan kedirgantaraan di Istanbul, saat dia menyatakan, "Saya percaya bahwa dalam waktu dekat, kita akan melihat Bayraktars dan Ankas (kendaraan udara tak berawak Turki) yang dibeli dari Turki terbang di langit Eropa, juga."
Baca juga: Lebih Dari Sekedar Kedai Kopi, Agen CIA Pakai Starbucks untuk Pertemuan
Drone buatan Turki mendapatkan popularitas di seluruh dunia menyusul keberhasilan dan efektivitasnya dalam pertempuran selama konflik di Suriah, Libya, dan Nagorno-Karabakh tahun lalu.
Baca juga: Israel Ungkap Pembayaran yang Dilakukan pada Kolaborator Palestina
Lihat Juga :