Usai Penembakan, Hizbullah: Kami Tidak akan Terseret dalam Perang Saudara Baru
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 04:58 WIB
Baca juga: Kapal Perang Rusia Usir Kapal Perusak AS, Dikejar dalam Jarak 60 Meter
Safieldin menuduh Pasukan Kristen Lebanon menerima perintah dari Amerika Serikat (AS) yang mencantumkan Hizbullah sebagai kelompok teroris, dan dibiayai "beberapa negara Arab", yang jelas mengarah ke Arab Saudi.
Baca juga: Waswas Reaktor Nuklirnya Dibom Israel, Iran Mengadu ke PBB
Penembakan dimulai ketika orang-orang berkumpul untuk protes yang diserukan Hizbullah terhadap kepala penyelidik dalam ledakan pelabuhan Beirut.
Penembakan itu membangkitkan kenangan akan perang saudara tahun 1975-90 yang menghancurkan di negara itu.
"Tindakan ini dimaksudkan ... untuk menyalakan negara dan menyebabkan perselisihan," papar Safieldin, ketika para pelayat meneriakkan "matilah Amerika".
Safieldin menuduh Pasukan Kristen Lebanon menerima perintah dari Amerika Serikat (AS) yang mencantumkan Hizbullah sebagai kelompok teroris, dan dibiayai "beberapa negara Arab", yang jelas mengarah ke Arab Saudi.
Baca juga: Waswas Reaktor Nuklirnya Dibom Israel, Iran Mengadu ke PBB
Penembakan dimulai ketika orang-orang berkumpul untuk protes yang diserukan Hizbullah terhadap kepala penyelidik dalam ledakan pelabuhan Beirut.
Penembakan itu membangkitkan kenangan akan perang saudara tahun 1975-90 yang menghancurkan di negara itu.
"Tindakan ini dimaksudkan ... untuk menyalakan negara dan menyebabkan perselisihan," papar Safieldin, ketika para pelayat meneriakkan "matilah Amerika".
Lihat Juga :