Al-Azhar Kutuk Keputusan Pengadilan Israel Izinkan Orang Yahudi Berdoa di Al-Aqsa

Minggu, 10 Oktober 2021 - 10:34 WIB
Al Azhar meminta masyarakat internasional untuk mengambil semua tindakan terhadap pelanggaran entitas Zionis terhadap tempat-tempat ibadah Palestina dan Masjid al-Aqsa. Al Azhar juga menyerukan untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan perjuangan mereka untuk memulihkan hak-haknya yang dirampas dan tanah mereka yang disalahgunakan.

"Usaha Zionis untuk melakukan Yudaisasi Yerusalem, termasuk Masjid al-Aqsa, pasti akan gagal. Al-Aqsa akan tetap menjadi tempat perlindungan Islam murni, dan Yerusalem akan tetap menjadi Arab, dan pendudukan tidak akan ada lagi," tehas Al-Azhar dalam pernyataannya.

Dalam putusan penting pada hari Rabu, seorang hakim Israel mengatakan bahwa doa "diam" oleh jamaah Yahudi di kompleks Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki bukanlah "tindakan kriminal."

Permasalahan ini pada awalnya dipicu oleh seorang rabi Israel, Aryeh Lippo, yang kedapatan berdoa di kompleks Masjid al-Aqsa. Akibat tindakannya itu, ia pun dilarang untuk mengunjungi situs suci Umat Islam itu.

Baca juga: Warga Gaza Keracunan Perlahan, 97% Air Tidak Layak Diminum
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!