Cerita Pilu Sniper Pasukan Khusus Afghanistan Dieksekusi Taliban

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:23 WIB
Kementerian Pertahanan (MOD) Inggris, melalui seorang juru bicaranya, mengatakan: "Kami menyadari situasi selama Operation Pitting sangat sulit bagi semua yang terlibat, dan personel Inggris bekerja dalam situasi yang bergerak cepat dan kompleks untuk mengevakuasi ribuan orang di Kabul."

MOD menambahkan bahwa mereka tidak memiliki catatan aplikasi dalam kasus Noor, dan dipahami bahwa Noor tidak secara resmi mengajukan permohonan untuk datang ke Inggris di bawah skema Kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan (ARAP) pemerintah.

Pembunuhan itu memicu keterkejutan dan kemarahan dari anggota militer Inggris, di mana mantan Kolonel Ash Alexander-Cooper, OBE, seorang komandan operasi spesialis SAS, menulis dalam tweet: "Bagi para pemimpin yang masih tidak yakin, ini bukan permainan, 'N' dieksekusi oleh Taliban dengan darah dingin hanya beberapa jam yang lalu. Kejahatannya? Tahun layanan setia dan profesional, dibimbing oleh unit Inggris."

"Tidak ada amnesti. Ditinggalkan oleh kami, pembunuhan ini tidak akan menjadi yang terakhir," tulisnya.

“Ini adalah realitas Taliban 'baru',” kata Alexander-Cooper.

"Bicara tentang inklusivitas, keragaman, dan amnesti adalah lelucon dan beberapa orang menyukainya. Bangun," seru Alexander-Cooper.

Pembunuhan itu adalah satu dalam satu seri pembunuhan balas dendam oleh Taliban yang pergi dari rumah ke rumah berburu orang-orang yang bekerja dengan pasukan Barat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!