Pernah Menghukum Taliban, 220 Eks Hakim Wanita Afghanitan Ketakutan
Rabu, 29 September 2021 - 10:05 WIB
Semua wanita itu menceritakan kisah yang sama—segera setelah Taliban membebaskan anggotanya yang dipenjara—, di mana mereka mulai menerima ancaman pembunuhan.
Semua wanita itu terpaksa mengganti nomor ponsel dan meninggalkan rumahnya, seringkali hidup dalam pelarian dan berpindah lokasi setiap beberapa hari.
Beberapa dari mereka mencoba meninggalkan negara itu, tetapi mengalami kesulitan karena tidak semua anggota keluarga mereka punya waktu untuk mempersiapkan dokumentasi yang tepat.
Beberapa mantan hakim menyebut setidaknya empat pria Taliban—yang telah dikirim ke penjara karena membunuh istri mereka—sebagai orang-orang yang mengancam mereka.
Salah satu mantan narapidana secara eksplisit memperingatkan hakim bahwa dia akan melakukan hal yang sama padanya seperti yang dia lakukan pada istrinya.
Beberapa dari mereka melaporkan bahwa rumah mereka dikunjungi oleh mantan tahanan, dan tetangga mereka mempertanyakan keberadaan mereka.
"Hakim wanita harus hidup seperti keluarga lainnya tanpa rasa takut. Tidak ada yang boleh mengancam mereka. Unit militer khusus kami berkewajiban untuk menyelidiki keluhan tersebut dan bertindak jika ada pelanggaran," kata juru bicara Taliban Bilal Karimi kepada BBC sebagai tanggapan atas keluhan ancaman tersebut.
Semua wanita itu terpaksa mengganti nomor ponsel dan meninggalkan rumahnya, seringkali hidup dalam pelarian dan berpindah lokasi setiap beberapa hari.
Beberapa dari mereka mencoba meninggalkan negara itu, tetapi mengalami kesulitan karena tidak semua anggota keluarga mereka punya waktu untuk mempersiapkan dokumentasi yang tepat.
Beberapa mantan hakim menyebut setidaknya empat pria Taliban—yang telah dikirim ke penjara karena membunuh istri mereka—sebagai orang-orang yang mengancam mereka.
Salah satu mantan narapidana secara eksplisit memperingatkan hakim bahwa dia akan melakukan hal yang sama padanya seperti yang dia lakukan pada istrinya.
Beberapa dari mereka melaporkan bahwa rumah mereka dikunjungi oleh mantan tahanan, dan tetangga mereka mempertanyakan keberadaan mereka.
"Hakim wanita harus hidup seperti keluarga lainnya tanpa rasa takut. Tidak ada yang boleh mengancam mereka. Unit militer khusus kami berkewajiban untuk menyelidiki keluhan tersebut dan bertindak jika ada pelanggaran," kata juru bicara Taliban Bilal Karimi kepada BBC sebagai tanggapan atas keluhan ancaman tersebut.
Lihat Juga :