Eks Bos Keamanan Gedung Putih: Taliban Bisa Rebut 150 Senjata Nuklir Pakistan

Selasa, 28 September 2021 - 12:53 WIB
Evakuasi dari bandara Kabul melibatkan 165 penerbangan yang mengangkut lebih dari 15.000 orang hanya dalam dua minggu.

Dalam sebuah wawancara dengan WABC 770, Senin (27/9/2021), Bolton mengatakan: "Taliban yang menguasai Afghanistan mengancam kemungkinan teroris itu mengambil alih Pakistan juga."

"Itu berarti mungkin 150 senjata nuklir di tangan teroris yang merupakan ancaman nyata bagi kami dan teman-teman kami," ujarnya.

Kekhawatiran itu muncul setelah ada laporan bahwa Taliban telah merekrut mata-mata siber China untuk membantu mereka mengintai warga sipil Afghanistan dalam misi untuk mencegah pemberontakan melawan kekuasaan tangan besi mereka.

Baca juga: Ingin Buktikan Musuhi Teroris, Taliban Eksekusi Pemimpin Tertinggi ISIS-K

Beijing telah mengirim pakar komunikasi terbaiknya ke Kabul untuk menunjukkan kepada Taliban cara menyadap panggilan telepon di saluran telepon rumah dan jaringan seluler, dan memantau penggunaan internet, dan media sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!