Jurnalis Wanita Afghanistan Terancam Punah di Pemerintahan Taliban

Minggu, 19 September 2021 - 21:10 WIB
Setelah Taliban mengambil alih kendali Afghanistan pada 15 Agustus, kelompok itu melancarkan serangan pesona untuk merehabilitasi citra mereka, yang oleh media dijuluki sebagai “Taliban 2.0”.

Baca: Jurnalis Peraih Pulitzer Tewas, Taliban Menyangkal Bertanggung Jawab

Taliban bersikeras, mereka telah berubah dari era 1996-2001. Mereka berjanji untuk tidak membalas dendam pada pegawai pemerintah dan tentara, untuk menghormati hak-hak wanita, dan memerintah negara dengan ”baik hati" di bawah hukum Syariah Islam.

Seorang presenter TV wanita Afghanistan bernama Shabnam Dawran berbagi kisahnya di media sosial. Ia mengisahkan bahwa Taliban menolak untuk membiarkannya bekerja.

“Ketika saya mendengar bahwa aturan sistem baru (Taliban) telah berubah. Dengan keberanian yang saya miliki, saya pergi ke kantor untuk memulai pekerjaan saya, (tetapi) sistem saat ini tidak memberi saya izin untuk memulai pekerjaan saya,” ucap wanita yang bekerja di Radio Televisi Mili.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!