PM Pakistan Akui Telah Mulai Dialog dengan Taliban
Minggu, 19 September 2021 - 19:52 WIB
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengakui bahwa pihaknya telah memulai dialog dengan Taliban. Foto/Ist
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengakui bahwa pihaknya telah memulai dialog dengan Taliban . Menurut Khan, dialog ini mengenai pembentuk pemerintahan inklusif di Afghanistan.
Pengumuman itu dibuat Khan setelah pertemuannya dengan para pemimpin negara tetangga Afghanistan, termasuk China, Rusia, Iran dan Tajikistan, yang digelar di sela-sela pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Dushanbe, Tajikistan.
"Setelah pertemuan di Dushanbe dengan para pemimpin tetangga Afghanistan dan terutama diskusi panjang dengan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, saya telah memulai dialog dengan Taliban untuk pemerintah Afghanistan yang inklusif untuk memasukkan Tajik, Hazara dan Uzbek," kata Khan.
“Setelah 40 tahun konflik, "inklusivitas" ini akan menjamin perdamaian dan Afghanistan yang "stabil", yang bukan hanya menjadi kepentingan Afghanistan tetapi juga kawasan,” sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (19/9/2021). Baca juga: Taliban Buru Jaksa Wanita yang Ungkap Anak-anak Dipaksa Tanam Bom
Pengumuman itu dibuat Khan setelah pertemuannya dengan para pemimpin negara tetangga Afghanistan, termasuk China, Rusia, Iran dan Tajikistan, yang digelar di sela-sela pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Dushanbe, Tajikistan.
"Setelah pertemuan di Dushanbe dengan para pemimpin tetangga Afghanistan dan terutama diskusi panjang dengan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, saya telah memulai dialog dengan Taliban untuk pemerintah Afghanistan yang inklusif untuk memasukkan Tajik, Hazara dan Uzbek," kata Khan.
“Setelah 40 tahun konflik, "inklusivitas" ini akan menjamin perdamaian dan Afghanistan yang "stabil", yang bukan hanya menjadi kepentingan Afghanistan tetapi juga kawasan,” sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (19/9/2021). Baca juga: Taliban Buru Jaksa Wanita yang Ungkap Anak-anak Dipaksa Tanam Bom
Lihat Juga :