AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Hizbullah
Sabtu, 18 September 2021 - 04:32 WIB
“Hizbullah semakin mencari sumber pendapatan tambahan untuk meningkatkan pundi-pundinya. Kami menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil langkah-langkah guna memastikan Hizbullah dan kelompok teroris lainnya tidak mengeksploitasi wilayah dan lembaga keuangan mereka,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Para pendukung Hizbullah yang terkena sanksi adalah bagian dari cincin pendanaan yang berbasis di Lebanon dan Kuwait yang bekerja untuk mendukung Hizbullah dan Pasukan Quds Iran.
Jaringan tersebut diduga telah mencuci puluhan juta dolar untuk menguntungkan Hizbullah dan Pasukan Quds.
Baca juga: Hizbullah: Afghanistan Adalah Bukti AS Bukan Dewa yang Bisa Lakukan Segalanya
Menurut situs web Departemen Keuangan AS, sanksi juga akan menargetkan pengusaha Morteza Minaye Hashemi, yang diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran seperti dikutip dari Sputnik.
Para pendukung Hizbullah yang terkena sanksi adalah bagian dari cincin pendanaan yang berbasis di Lebanon dan Kuwait yang bekerja untuk mendukung Hizbullah dan Pasukan Quds Iran.
Jaringan tersebut diduga telah mencuci puluhan juta dolar untuk menguntungkan Hizbullah dan Pasukan Quds.
Baca juga: Hizbullah: Afghanistan Adalah Bukti AS Bukan Dewa yang Bisa Lakukan Segalanya
Menurut situs web Departemen Keuangan AS, sanksi juga akan menargetkan pengusaha Morteza Minaye Hashemi, yang diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran seperti dikutip dari Sputnik.
Lihat Juga :