China Sahkan UU Maritim Baru, AS Kirim Kapal Perusak ke Laut China Selatan
Kamis, 09 September 2021 - 06:03 WIB
“Kebebasan semua negara untuk bernavigasi di perairan internasional adalah penting, dan terutama vital di Laut Cina Selatan, di mana hampir sepertiga dari perdagangan maritim global transit setiap tahun,” kata Laksamana Muda Dan Martin, komandan kelompok tempur Carl Vinson.
Argumen tentang kehadiran Amerika di laut yang disengketakan menyebar ke Twitter.
"Mudah-mudahan ketika suatu hari kapal perang China melewati Laut Karibia atau muncul di dekat Hawaii dan Guam, AS akan menjunjung standar kebebasan navigasi yang sama. Hari itu akan segera datang," cuit pemimpin redaksi Global Times yang dikelola pemerintah China, Hu Xijin.
Kepala informasi Angkatan Laut membalas cuitan tersebut.
"@USNavy telah menegakkan standar kebebasan navigasi lebih lama daripada angkatan laut PLA," kata Angkatan Laut AS menggunakan akronim dari Tentara Pembebasan Rakyat China.
Angkatan Laut AS kemudian men-tweet tautan ke artikel dalam beberapa tahun terakhir tentang kapal militer China yang lewat di dekat Guam dan Hawaii.
Baca juga: China Tegaskan AS dan Sekutu Memiliki Kewajiban Bantu Afghanistan
Argumen tentang kehadiran Amerika di laut yang disengketakan menyebar ke Twitter.
"Mudah-mudahan ketika suatu hari kapal perang China melewati Laut Karibia atau muncul di dekat Hawaii dan Guam, AS akan menjunjung standar kebebasan navigasi yang sama. Hari itu akan segera datang," cuit pemimpin redaksi Global Times yang dikelola pemerintah China, Hu Xijin.
Kepala informasi Angkatan Laut membalas cuitan tersebut.
"@USNavy telah menegakkan standar kebebasan navigasi lebih lama daripada angkatan laut PLA," kata Angkatan Laut AS menggunakan akronim dari Tentara Pembebasan Rakyat China.
Angkatan Laut AS kemudian men-tweet tautan ke artikel dalam beberapa tahun terakhir tentang kapal militer China yang lewat di dekat Guam dan Hawaii.
Baca juga: China Tegaskan AS dan Sekutu Memiliki Kewajiban Bantu Afghanistan
(ian)
Lihat Juga :