Jerman Mengaku Pesimis dengan Pemerintahan Baru Afghanistan Bentukan Taliban

Rabu, 08 September 2021 - 21:19 WIB
Maas, seperti dilansir Reuters pada Rabu (8/9/2021), mengatakan, bagaimanapun, bahwa pihaknya bersedia untuk terus berbicara dengan Taliban dalam upaya untuk memastikan lebih banyak orang dapat meninggalkan negara itu.

Dia juga mengatakan Afghanistan menghadapi krisis tiga kali lipat. Ketika kekurangan pangan telah melanda banyak bagian negara itu karena kekeringan, pembayaran bantuan internasional telah dihentikan saat Taliban mulai menguasai Afghanistan.

"Dan jika pemerintahan baru tidak mampu menjaga urusan negara berjalan, ada ancaman keruntuhan ekonomi setelah politik,dengan konsekuensi kemanusiaan yang lebih drastis," Maas memperingatkan. Baca juga: Pakar Intelijen: Lembaga Pendidikan Harus Terbebas dari Ajaran Radikalisme Khususnya Taliban
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!