Puji Luar Biasa, Taliban Andalkan Dana China
Jum'at, 03 September 2021 - 14:02 WIB
“China adalah mitra terpenting kami dan mewakili peluang fundamental dan luar biasa bagi kami, karena China siap untuk berinvestasi dan membangun kembali negara kami,” kata Mujahid dalam wawancara tersebut yang dilansir Al Jazeera, Jumat (3/9/2021).
Dia mengatakan New Silk Road [Jalur Sutra Baru]—sebuah inisiatif infrastruktur yang dengannya China ingin meningkatkan pengaruh globalnya dengan membuka rute perdagangan—dijunjung tinggi oleh Taliban.
"Ada tambang tembaga yang kaya di negara ini, yang berkat China, dapat dioperasikan kembali dan dimodernisasi. Selain itu, China adalah akses kami ke pasar di seluruh dunia.”
Mujahid juga menegaskan bahwa perempuan akan diizinkan untuk melanjutkan studi di universitas di masa depan. Dia mengatakan wanita akan dapat bekerja sebagai perawat, di kepolisian atau sebagai asisten di kementerian, tetapi mengesampingkan bahwa akan ada menteri wanita.
Baca juga: Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya
Afghanistan sangat membutuhkan uang, dan Taliban tidak mungkin mendapatkan akses cepat ke aset sekitar USD10 miliar di negara itu yang sebagian besar dipegang di luar negeri oleh bank sentral Afghanistan.
Dia mengatakan New Silk Road [Jalur Sutra Baru]—sebuah inisiatif infrastruktur yang dengannya China ingin meningkatkan pengaruh globalnya dengan membuka rute perdagangan—dijunjung tinggi oleh Taliban.
"Ada tambang tembaga yang kaya di negara ini, yang berkat China, dapat dioperasikan kembali dan dimodernisasi. Selain itu, China adalah akses kami ke pasar di seluruh dunia.”
Mujahid juga menegaskan bahwa perempuan akan diizinkan untuk melanjutkan studi di universitas di masa depan. Dia mengatakan wanita akan dapat bekerja sebagai perawat, di kepolisian atau sebagai asisten di kementerian, tetapi mengesampingkan bahwa akan ada menteri wanita.
Baca juga: Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya
Afghanistan sangat membutuhkan uang, dan Taliban tidak mungkin mendapatkan akses cepat ke aset sekitar USD10 miliar di negara itu yang sebagian besar dipegang di luar negeri oleh bank sentral Afghanistan.
Lihat Juga :