AS Hengkang, Taliban Kini Hadapi Perang ISIS-K dan Milisi Panjshir

Jum'at, 03 September 2021 - 08:59 WIB
“Serangan itu juga mungkin memiliki tujuan jangka panjang untuk mendorong perekrutan dan menghidupkan kembali citra ISIS dalam komunitas jihad global di tengah kejatuhan kelompok itu di Irak dan Suriah," lanjut Thorson.

ISIS-K diperkirakan memiliki antara 2.000 dan 3.000 milisi yang beroperasi di Afghanistan dan barisannya membengkak dengan lebih banyak milisi setelah tahanan dibebaskan ketika pemerintah Afghanistan runtuh.

Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati

Keluhan utama ISIS-K terhadap Taliban adalah kesepakatan yang dinegosiasikan Taliban dengan Amerika Serikat di Doha. ISIS-K menganggap Taliban sebagai pengkhianat karena mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat dan mengumumkan niatnya untuk merusak kesepakatan dengan meluncurkan perang melawan Taliban dan pemerintah Afghanistan yang didukung AS.

Sementara Taliban secara bersamaan melancarkan kampanye pemberontakan melawan pasukan Afghanistan dan bernegosiasi dengan AS, ISIS-K melakukan serangan teror mematikan terhadap warga sipil Afghanistan, upaya untuk mendiskreditkan Taliban dan mendorong perekrutan.

Serangan dari ISIS-K juga menyoroti celah internal di dalam Taliban yang kemungkinan akan tumbuh lebih dalam saat Taliban memasuki fase pemerintahan yang mereka ambil alih.

Taliban, setidaknya secara retoris, telah memberikan nada yang lebih moderat dan pragmatis dari kekuasaan mereka sebelumnya 20 tahun lalu. Sementara kepemimpinan dan juru bicaranya tetap bernada lembut, jajaran dan anggota Taliban dipenuhi dengan faksi-faksi yang lebih ekstremis yang akan lebih tertarik pada radikalisme yang dianut ISIS-K.

Menurut Thorson, struktur seperti itu rentan disusupi oleh organisasi yang lebih ekstrem seperti ISIS. Meskipun Taliban dan ISIS adalah musuh, pembelotan dari satu kelompok ke kelompok lain menunjukkan mungkin ada kantong simpati dalam setiap kelompok untuk yang lain.

Bagaimanapun, ini adalah bagaimana ISIS-K terbentuk pada tahun 2015, ketika sisa-sisa yang tidak puas dari Taliban Pakistan dan kelompok jihadis lainnya berpisah dan berjanji setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. Perpecahan itu menyebabkan deklarasi perang di kedua belah pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!