Bensin Langka Picu Bentrok Antar-Komunitas Agama di Lebanon

Selasa, 31 Agustus 2021 - 14:34 WIB
Insiden itu terungkap ketika seorang warga Maghdouche mengajukan keluhan kepada polisi setelah terluka dalam perselisihan tentang bahan bakar pada hari Jumat dan polisi mengunjungi Ankoun untuk menyelidiki.

Namun, penduduk desa Ankoun memblokir jalan dan membakar pohon. Hal itu membuat pasukan militer Lebanon dikerahkan.

Situasi mulai tenang pada hari Senin (30/8/2021).

Gerakan Amal Syiah, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Nabih Berri, mengutuk kekerasan sektarian tersebut. "Itu tidak ada hubungannya dalam bentuk apa pun dengan apa yang terjadi di Maghdouche," katanya di media sosial, yang menyangkal keterlibatanya.

Baca juga: Cerita Pilu TKI di Arab Saudi, Kerja 14 Tahun Hanya Digaji Rp36,5 Juta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!