Taliban: Tak Ada Bukti Osama bin Laden Dalangi Serangan 9/11 di AS
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 00:19 WIB
"Saat persiapan akhir sedang berlangsung selama musim panas 2001, perbedaan pendapat muncul di antara para pemimpin al-Qaeda di Afghanistan mengenai apakah akan melanjutkan," bunyi laporan itu.
"Pemimpin Taliban, Mullah Omar, menentang serangan ke Amerika Serikat. Meskipun menghadapi tentangan dari banyak letnan seniornya, [Osama bin Laden] secara efektif menolak keberatan mereka, dan serangan terus berlanjut."
"Di atas landasan politik dan ideologis ini, [Osama bin Laden] membangun selama satu dekade sebuah organisasi yang dinamis dan mematikan," lanjut laporan itu.
"Dia membangun infrastruktur dan organisasi di Afghanistan yang dapat menarik, melatih, dan menggunakan rekrutan untuk melawan target yang semakin ambisius. Dia mengumpulkan fanatik baru dan uang baru dengan setiap demonstrasi kemampuan al-Qaeda. Dia telah menjalin aliansi erat dengan Taliban, sebuah rezim yang menyediakan perlindungan bagi al-Qaeda."
Sementara itu, evakuasi sedang berlangsung di Afghanistan ketika para warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan AS melarikan diri dari negara itu di tengah pengambilalihan kekuasaan dengan cepat oleh Taliban.
Presiden AS Joe Biden mengatakan minggu ini bahwa dia berpegang pada tenggat waktu 31 Agustus bagi pasukan Amerika untuk pergi.
"Ini adalah saat-saat paling bahagia kami," kata Mujahid melihat pasukan asing hengkang dari Afghanistan.
"Pemimpin Taliban, Mullah Omar, menentang serangan ke Amerika Serikat. Meskipun menghadapi tentangan dari banyak letnan seniornya, [Osama bin Laden] secara efektif menolak keberatan mereka, dan serangan terus berlanjut."
"Di atas landasan politik dan ideologis ini, [Osama bin Laden] membangun selama satu dekade sebuah organisasi yang dinamis dan mematikan," lanjut laporan itu.
"Dia membangun infrastruktur dan organisasi di Afghanistan yang dapat menarik, melatih, dan menggunakan rekrutan untuk melawan target yang semakin ambisius. Dia mengumpulkan fanatik baru dan uang baru dengan setiap demonstrasi kemampuan al-Qaeda. Dia telah menjalin aliansi erat dengan Taliban, sebuah rezim yang menyediakan perlindungan bagi al-Qaeda."
Sementara itu, evakuasi sedang berlangsung di Afghanistan ketika para warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan AS melarikan diri dari negara itu di tengah pengambilalihan kekuasaan dengan cepat oleh Taliban.
Presiden AS Joe Biden mengatakan minggu ini bahwa dia berpegang pada tenggat waktu 31 Agustus bagi pasukan Amerika untuk pergi.
"Ini adalah saat-saat paling bahagia kami," kata Mujahid melihat pasukan asing hengkang dari Afghanistan.
(min)
Lihat Juga :