AS Prihatin China Bangun Pangkalan Senjata Nuklir

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 05:42 WIB
Selain itu, Blinken juga mengangkat isu lain yang menjadi perhatian Washington, khususnya perilaku "provokatif" Beijing di perairan sengketa Laut China Selatan. China menganggap Laut China Selatan sebagai bagian dari perairan teritorialnya sendiri dan melakukan kontrol de facto atas perairan penting itu. Namun, empat negara lain - ditambah Taiwan - membuat klaim teritorial di Laut Cina Selatan.

AS telah menuduh Beijing menghalangi kebebasan navigasi di daerah itu dan secara rutin mengirim angkatan lautnya ke laut, yang kadang-kadang berlayar sangat dekat dengan pasukan China. Beijing dengan keras mengutuk misi-misi ini sebagai "provokasi", yang suatu hari nanti dapat mengarah pada konfrontasi bersenjata yang tidak dibutuhkan oleh kedua negara.

Baca juga: AS dan Indonesia Inginkan Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

Berbicara pada pertemuan ARF, Blinken juga mengatakan AS prihatin dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Tibet dan Xinjiang, serta di Hong Kong. Washington dan negara-negara barat lainnya mengklaim bahwa Beijing menindas penduduk wilayah ini, tetapi China dengan keras menolak tuduhan ini. Beijing juga menyamakan klaim semacam itu dengan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara itu, yang ilegal menurut hukum internasional.

Baca juga: Biden Tawarkan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong, China Naik Pitam
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!