Pegang Teguh Fatwa Khamenei, Presiden Raisi Haramkan Iran Miliki Senjata Nuklir

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 07:36 WIB
Presiden pengganti Hassan Rouhani tersebut bertekad mencapai kesepakatan nuklir dengan negara-negara kekuatan dunia di Wina.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Ned Price mengatakan Amerika juga siap untuk melanjutkan pembicaraan kesepakatan nuklir, selama itu untuk kepentingan negaranya.

"AS akan membela dan memajukan kepentingan keamanan nasional kami dan kepentingan mitra kami," kata Price.

"Kami berharap Iran akan mengambil kesempatan sekarang untuk memajukan solusi diplomatik dan solusi diplomatik yang ada di hadapan kita semua. Kami menunggu untuk melihat pendekatan yang akan diambil oleh pemerintah baru di Iran."

Dia mengatakan bahwa pihak AS siap untuk kembali ke Wina, dan mengakui penegasan kembali dukungan Raisi baru-baru ini untuk diplomasi. Namun Price mengatakan bahwa tawaran itu tidak akan berlangsung selamanya.

"Semakin lama ini berlangsung, keuntungan bagi keamanan nasional kita yang akan diperoleh dengan saling mengembalikan kepatuhan akan mulai berkurang oleh kemajuan yang dapat dibuat Iran sementara belenggu saat ini dihapus dari program nuklirnya," kata Price. "Jadi kami memperhatikan hal itu dan itulah mengapa kami mendesak pemerintah baru Iran untuk kembali berdiplomasi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!