ASEAN di Bawah Tekanan Setelah Terus Gagal Tentukan Utusan Khusus untuk Myanmar
Senin, 02 Agustus 2021 - 06:10 WIB
Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, Erywan Yusof, mengatakan bahwa dia berharap keputusan akhir akan dibuat pada hari ini (Senin, 2/8/2021). Brunei adalah ketua ASEAN tahun ini.
"Tanpa utusan yang memimpin, sangat sulituntuk mengatasi situasi di Myanmar,” katanya, seperti dilansir Reuters. Baca juga: Kurangi Ancaman Hegemoni China, ASEAN Diminta Tingkatkan Peran
ASEAN, yang anggotanya termasuk negara-negara demokrasi, negara komunis satu partai dan pemerintah otoriter,telah sangat terpecah belah mengenai utusan tersebut dan telah membahas penunjukan lebih dari satu utusan untuk memecahkan kebuntuan.
Empat sumber diplomatik regional mengatakan, Erywan lebih disukai menjadi utusan dan dibantu oleh "penasihat". Namun pertemuan pejabat senior ASEAN pada Kamis lalu gagal mencapai kesepakatan.
“Seperti halnya sembilan anggota ASEAN lainnya, rezim militer Myanmar harus menyetujui penunjukan tersebut,” kata para diplomat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim.
"Tanpa utusan yang memimpin, sangat sulituntuk mengatasi situasi di Myanmar,” katanya, seperti dilansir Reuters. Baca juga: Kurangi Ancaman Hegemoni China, ASEAN Diminta Tingkatkan Peran
ASEAN, yang anggotanya termasuk negara-negara demokrasi, negara komunis satu partai dan pemerintah otoriter,telah sangat terpecah belah mengenai utusan tersebut dan telah membahas penunjukan lebih dari satu utusan untuk memecahkan kebuntuan.
Empat sumber diplomatik regional mengatakan, Erywan lebih disukai menjadi utusan dan dibantu oleh "penasihat". Namun pertemuan pejabat senior ASEAN pada Kamis lalu gagal mencapai kesepakatan.
“Seperti halnya sembilan anggota ASEAN lainnya, rezim militer Myanmar harus menyetujui penunjukan tersebut,” kata para diplomat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim.
Lihat Juga :