China Jengkel Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan untuk Ke-7 Kalinya

Jum'at, 30 Juli 2021 - 04:00 WIB
Perairan Laut China Selatan telah lama menjadi titik sandungan dalam sengketa wilayah regional. Beijing menyatakan bahwa ia memiliki hak bersejarah atas perairan itu, tetapi klaim teritorialnya yang mencakup sebagian besar laut tersebut telah ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, yang memutuskan mendukung Filipina—sebuah putusan yang diabaikan oleh China.

Sementara wilayah yang berpotensi kaya sumber daya tersebut diperebutkan oleh beberapa negara Asia Tenggara, militer AS telah hadir di wilayah itu dengan dalih menjaga stabilitas di kawasan.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan negaranya akan berdiri berdampingan dengan negara lain dalam menghadapi “pemaksaan” China. Beijing telah berulang kali mengkritik intervensi AS, di mana Kementerian Luar Negeri-nya baru-baru ini menyatakan bahwa Washington sangat “tidak bertanggung jawab” untuk melibatkan diri dalam perselisihan wilayah perairan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!