Citra Satelit Tangkap 'Ladang' Silo Rudal Balistik Baru China
Rabu, 28 Juli 2021 - 11:56 WIB
Laporan itu muncul setelah analisis serupa dari serentetan foto satelit komersial, yang mendorong ahli untuk berasumsi bahwa setidaknya 16 silo bawah tanah di tempat pelatihan rudal besar di dekat Jilantai di wilayah utara-tengah negara itu sedang dibangun.
Menurut Kristensen silo ini menambah 20 silo China lainnya yang sudah beroperasi dengan ICBM yang lebih tua, DF-5.
"Itu hanya akan merupakan sebagian kecil dari jumlah silo ICBM yang dioperasikan oleh Amerika Serikat dan Rusia," ia menambahkan.
Menurut dia, gambar-gambar itu menunjukkan bahwa China sedang mencari untuk melawan apa yang mungkin dianggapnya sebagai ancaman yang meningkat dari AS. Pentagon telah berargumen dalam laporan tahunannya tentang perkembangan militer China musim panas lalu bahwa Beijing bermaksud untuk meningkatkan kemampuan kekuatan nuklirnya dengan menempatkan lebih banyak ICBM di silo bawah tanah.
"Kebijakan senjata nuklir RRC memprioritaskan pemeliharaan kekuatan nuklir yang mampu bertahan dari serangan pertama dan merespons dengan kekuatan yang cukup untuk menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diterima musuh," laporan itu menegaskan.
Baca juga: Cepatnya Kebangkitan Militer China Membuat NATO Terkejut
Ada laporan yang saling bertentangan tentang jumlah pasti hulu ledak nuklir yang dimiliki China. Beberapa penilaian menyebutkan angkanya sekitar 290, sementara sebuah laporan oleh Bulletin of Atomic Scientists menyebut persediaan nuklir Beijing 350.
Tahun lalu, China mengatakan tidak berniat untuk bergabung dengan pembicaraan Rusia-AS tentang masa depan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (START), dengan alasan bahwa ia hanya memiliki sebagian kecil dari persenjataan nuklir yang dimiliki oleh Moskow dan Washington.
Menurut Kristensen silo ini menambah 20 silo China lainnya yang sudah beroperasi dengan ICBM yang lebih tua, DF-5.
"Itu hanya akan merupakan sebagian kecil dari jumlah silo ICBM yang dioperasikan oleh Amerika Serikat dan Rusia," ia menambahkan.
Menurut dia, gambar-gambar itu menunjukkan bahwa China sedang mencari untuk melawan apa yang mungkin dianggapnya sebagai ancaman yang meningkat dari AS. Pentagon telah berargumen dalam laporan tahunannya tentang perkembangan militer China musim panas lalu bahwa Beijing bermaksud untuk meningkatkan kemampuan kekuatan nuklirnya dengan menempatkan lebih banyak ICBM di silo bawah tanah.
"Kebijakan senjata nuklir RRC memprioritaskan pemeliharaan kekuatan nuklir yang mampu bertahan dari serangan pertama dan merespons dengan kekuatan yang cukup untuk menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diterima musuh," laporan itu menegaskan.
Baca juga: Cepatnya Kebangkitan Militer China Membuat NATO Terkejut
Ada laporan yang saling bertentangan tentang jumlah pasti hulu ledak nuklir yang dimiliki China. Beberapa penilaian menyebutkan angkanya sekitar 290, sementara sebuah laporan oleh Bulletin of Atomic Scientists menyebut persediaan nuklir Beijing 350.
Tahun lalu, China mengatakan tidak berniat untuk bergabung dengan pembicaraan Rusia-AS tentang masa depan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (START), dengan alasan bahwa ia hanya memiliki sebagian kecil dari persenjataan nuklir yang dimiliki oleh Moskow dan Washington.
(ian)
Lihat Juga :