Sinovac: Vaksin Kami Efektif Melawan COVID-19 Varian Delta
Jum'at, 23 Juli 2021 - 13:08 WIB
Baca juga: Taktik Perang Dingin, CIA Bakal Kerahkan Spesialis China untuk Lawan China
Mengenai perlunya suntikan booster, Liu mengatakan meskipun penelitian Sinovac telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat antibodi setelah dosis ketiga, perusahaan masih mempelajari kebutuhan untuk itu dan prosedur yang terlibat.
“Sinovac secara aktif melakukan penelitian klinis menggunakan vaksin khusus varian baru sebagai suntikan ketiga untuk meningkatkan kekebalan,” katanya.
“Vaksin baru akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi khususnya terhadap varian Gamma dan varian Delta yang sangat menular," ujarnya.
“Setelah menyelesaikan penelitian, kami akan mempertimbangkan apakah perlu menyerahkan rekomendasi dosis ketiga ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan temuan.”
Pembuat obat Pfizer dan mitranya BioNTech baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka sedang mencari persetujuan regulator Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk menawarkan suntikan booster, mengeklaim bahwa bukti menunjukkan bahkan orang yang divaksinasi penuh memiliki risiko infeksi yang lebih besar karena efektivitas vaksin menurun setelah enam bulan.
Sinovac, pengembang dan produsen vaksin terkemuka di China, sejauh ini telah mengekspor lebih dari 150 juta dosis ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Singapura.
Di Malaysia, perusahaan China telah menjalin kemitraan dengan Pharmaniaga Bhd untuk memasok 14 juta dosis massal ke anak perusahaannya, Pharmaniaga LifeScience Sdn Bhd (PLS), untuk melakukan produksi fill-and-finish di pabriknya di Malaysia.
Mengenai perlunya suntikan booster, Liu mengatakan meskipun penelitian Sinovac telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat antibodi setelah dosis ketiga, perusahaan masih mempelajari kebutuhan untuk itu dan prosedur yang terlibat.
“Sinovac secara aktif melakukan penelitian klinis menggunakan vaksin khusus varian baru sebagai suntikan ketiga untuk meningkatkan kekebalan,” katanya.
“Vaksin baru akan memberikan perlindungan yang lebih tinggi khususnya terhadap varian Gamma dan varian Delta yang sangat menular," ujarnya.
“Setelah menyelesaikan penelitian, kami akan mempertimbangkan apakah perlu menyerahkan rekomendasi dosis ketiga ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan temuan.”
Pembuat obat Pfizer dan mitranya BioNTech baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka sedang mencari persetujuan regulator Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk menawarkan suntikan booster, mengeklaim bahwa bukti menunjukkan bahkan orang yang divaksinasi penuh memiliki risiko infeksi yang lebih besar karena efektivitas vaksin menurun setelah enam bulan.
Sinovac, pengembang dan produsen vaksin terkemuka di China, sejauh ini telah mengekspor lebih dari 150 juta dosis ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja, dan Singapura.
Di Malaysia, perusahaan China telah menjalin kemitraan dengan Pharmaniaga Bhd untuk memasok 14 juta dosis massal ke anak perusahaannya, Pharmaniaga LifeScience Sdn Bhd (PLS), untuk melakukan produksi fill-and-finish di pabriknya di Malaysia.
Lihat Juga :