Kedutaan Afghanistan Rilis Video Warga Sipil Dipenggal Taliban
Sabtu, 17 Juli 2021 - 06:52 WIB
Satu video menunjukkan tentara Afghanistan menyerah dan kemudian ditembak dan dibunuh oleh orang-orang yang tampaknya adalah gerilyawan Taliban.
Video lain menunjukkan seorang pria—diduga seorang warga sipil—menjadi sasaran penyiksaan brutal di lapangan umum, sementara video kelima menunjukkan seorang wanita dicambuk oleh tentara Taliban karena melanggar hukum "kesopanan".
Kedutaan juga menyediakan foto-foto jenazah tiga orang yang diidentifikasi sebagai pegawai negeri sipil Afghanistan.
"Video-video ini menunjukkan kekerasan ekstrem, kekejaman yang memilukan, dan kejahatan perang mengerikan yang dilakukan oleh Taliban di daerah-daerah yang baru saja mereka masuki," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ABC.net.au, Sabtu (17/7/2021).
Baca juga: Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS
Kedutaan mengatakan serangkaian video dan foto tersebut membuktikan bahwa Taliban tetap terikat pada "interpretasi menyimpang dari Syariah Islam".
"Perilaku Taliban dengan jelas menunjukkan visi dan ambisi mereka untuk kembalinya Emirat tanpa perbedaan apa pun dari tahun 90-an. Hak asasi manusia tidak menjadi masalah bagi mereka," katanya.
Video lain menunjukkan seorang pria—diduga seorang warga sipil—menjadi sasaran penyiksaan brutal di lapangan umum, sementara video kelima menunjukkan seorang wanita dicambuk oleh tentara Taliban karena melanggar hukum "kesopanan".
Kedutaan juga menyediakan foto-foto jenazah tiga orang yang diidentifikasi sebagai pegawai negeri sipil Afghanistan.
"Video-video ini menunjukkan kekerasan ekstrem, kekejaman yang memilukan, dan kejahatan perang mengerikan yang dilakukan oleh Taliban di daerah-daerah yang baru saja mereka masuki," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ABC.net.au, Sabtu (17/7/2021).
Baca juga: Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS
Kedutaan mengatakan serangkaian video dan foto tersebut membuktikan bahwa Taliban tetap terikat pada "interpretasi menyimpang dari Syariah Islam".
"Perilaku Taliban dengan jelas menunjukkan visi dan ambisi mereka untuk kembalinya Emirat tanpa perbedaan apa pun dari tahun 90-an. Hak asasi manusia tidak menjadi masalah bagi mereka," katanya.
Lihat Juga :